detikcom
Sabtu, 27/04/2013 14:40 WIB

Pelaku Perampokan BRI di Kampar Anggota Polisi Air Polda Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pekanbaru - Pelaku perampokan di BRI di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar Riau diketahui anggota polisi. Kini pelaku dirawat di RS Santa Maria karena mengalami luka tembak.

Demikian disampaikan, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah kepada wartawan di Mapolda Riau Jalan Sudirman, Pekanbaru Sabtu (27/4/2013). Menurutnya pelaku perampokan di BRI itu hanya dilakukan satu orang, bukan tiga sebagaimana sempat dilansir sejumlah media.

"Pelakunya hanya satu orang. Pelaku belakangan diketahui anggota polisi air di Polres Pelalawan," kata Hermansyah.

Hermansyah menceritakan, perampokan terjadi pada Jumat (26/4/2013) siang hari menjelang salat Jumat. Pelaku oknum polisi Briptu F memasuki unit BRI dengan sebo dengan membawa senjata laras panjang milik kepolisian.

"Saat masuk ke BRI, pelaku langsung menodongkan senjata ke petugas polisi yang ada di bank tersebut. Pelaku merampas senjata milik anggota polisi yang bertugas," kata Hermansyah.

Setelah merampas senjata, lanjut Hermansyah, pelaku meminta pada petugas bank untuk menunjukkan brankas. Namun tak satupun petugas di dalam yang menunjukan brankas tersebut.

Kehadiran pelaku ternyata diketahui warga sekitar. Lantas warga melaporkan ke anggota polisi lainnya yang rumahnya tidak jauh dari lokasi. Tak lama anggota polisi datang ke BRI. Anggota tersebut menyamar sebagai nasabah bank.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(cha/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%