Detik.com News
Detik.com

Jumat, 26/04/2013 18:55 WIB

1 Kampung di Majalengka Rusak Parah karena Fenomena Tanah Bergerak

Kristiadi - detikNews
1 Kampung di Majalengka Rusak Parah karena Fenomena Tanah Bergerak Foto: Kristiadi/detikcom
Majalengka - Sebanyak 670 rumah di Kampung Cigintung RT 01-08 RW 08, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausama, Kabupaten Majalengka rusak parah akibat pergeseran tanah sepekan terakhir. Dua warga meninggal saat mengungsi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, 2 ribu warga mengungsi ke berbagai wilayah yang dinyatakan aman. Antara lain ke Tasikmalaya, Ciamis, Talaga, Cirebon, Kuningan. Juga ke sanak saudaranya di Cimuncang dan Lebak Wangi.

Pergeseran tanah terjadi sejak Minggu (14/4/2013) lalu. Pelan-pelan fenomena itu kian meluas. Kerusakan terparah berada di RT 02 dan RT 06. Tanah pergeseran mulai 50 cm, 1,6 m hingga 18 meter.

Sebanyak 35 hektare sawah mengalami gagal panen. Sedangkan jalan menuju kampung Ciranca tidak bisa dilalui.

Dua orang dinyatakan meninggal karena ketakutan saat direlokasi, yakni Sakinah (70) warga Cimuncang dan Sukaesih (65) warga Ciranca, Kabupaten Majalengka.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Gerakan Tanah PVMBG, I Gede Suantika, mengatakan lokasi tanah berada di kampung ini terus bergeser. Pergeseran ini berdampak pada longsornya permukiman warga.

"Kondisi tanah di sini tidak stabil dan rentan amblas. Namun warga yang berada di lokasi ini, harus secepatnya mengosongkan tempat ini," paparnya di lokasi, Jumat (26/4/2013).

Pada pukul 15.00 WIB, tanah mulai bergeser lagi. Beberapa rumah roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Kerusakan rumah menjadi tontonan warga. Mereka rela menembus jalan rusak atau berjalan kaki ke lokasi.

Kepala Desa Cimuncang Mumin mengatakan warga sudah mengungsi ke balai desa yang terletak di kawasan yang lebih aman. "Untuk sementara kampung dikosongkan," katanya kepada detikcom.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%