Detik.com News
Detik.com
Jumat, 26/04/2013 17:57 WIB

Ini Helm & Topi Harley Davidson Uje di Pos Satpam Pondok Indah

Danu Damarjati - detikNews
Ini Helm & Topi Harley Davidson Uje di Pos Satpam Pondok Indah
Jakarta - Ustad Jeffry Al Bukhori atau Uje meninggal dunia karena kecelakaan sepeda motor di Pondok Indah, Jaksel. Menurut polisi, Uje meninggal akibat benturan di wajah sebelah kiri. Saat itu Uje mengenakan helm. Bagaimana rupa helm itu?

Berdasarkan pantauan detikcom, Jumat (26/4/2013) di Pos Satpam RT 13 Pondok Indah, helm itu merek Nolan. Helm berwarna hitam tipe half face. Sama sekali tak ada lecet di helm itu. Goresan juga tak ada. Tak ada kaca di helm itu.

Selain helm itu, ada juga topi Harley Davidson. Diduga topi ini yang dipakai Uje. Menurut keterangan satpam Erwin, topi dan helm itu dititipkan di pos satpam.

"Ini yang bawa teman saya Jauhari, dia yang piket malam," terang Erwin.

Helm itu, menurut Erwin, dititipkan oleh rekan Uje saat menolong Uje. Rekan Uje itu memakai motor matik dan ikut di belakang Uje.

"Helm dan topi itu terlepas saat kecelakaan. Nanti katanya mau diambil," terang Erwin.

Rekan Uje yang memakai motor matik itu diduga bernama Dani Santoso yang merupakan sopir istri Uje. Dia berkendara di belakang Uje, 'mengawal' Uje dari Kemang.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(dnu/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%