detikcom
Jumat, 26/04/2013 16:23 WIB

Pulang dari Pemakaman, Istri Uje Masih Menangis Histeris

Septiana Ledysia - detikNews
Pipik menangis histeris (Foto: Septiana/detikcom)
Jakarta - Istri Uje, Pipik Dian Irawati, sepertinya masih belum bisa menerima kepergian suaminya. Setibanya di rumah setelah pulang dari pemakaman di TPU Karet Tengsin, Pipik masih menangis histeris.

Mantan model remaja itu tiba di rumah duka Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro Rempoa, Tangsel, Jumat (26/4/2013), sekitar pukul 16.45 WIB. Tiba di rumah, Pipik kembali menangis histeris hingga harus ditenangkan oleh keluarganya.

Dari percakapan antara Pipik dan keluarganya, diketahui Pipik belum makan sejak tadi pagi. Dia menolak untuk makan saat ditawari oleh kakaknya.

"Nggak mau, mau ikut Abi, udah janjiku mau ikut Abiku," ujar Pipik sambil terus menangis.

Keluarga Pipik terus mencoba menenangkan. Namun dia tak henti-hentinya menangis. Dia akhirnya dibawa ke dalam kamar.

Kemudian pengajian di rumah duka dilanjutkan. Kini para pelayat sedang membaca surat Yasin. Salah seorang pelayat yang diketahui sebagai pemenang baca Alquran di Palestina memimpin pembacaan ayat-ayat suci.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%