Jumat, 26/04/2013 14:16 WIB

Warga Minta Pemerkosa & Pembakar Siswi SMK Sleman Dihukum Berat

Bagus Kurniawan - detikNews
Pelaku pemerkosaan dan pembakaran siswi (Dok detikcom)
Sleman - Sebanyak 7 tersangka pembunuhan dan pembakaran siswi SMK YPKK Sleman, Riya Pustita Restanti (17), ditangkap polisi. Warga Dusun Medelen, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman menuntut aparat kepolisian untuk menghukum mati otak tindakan keji itu.

"Kami mewakili warga Dusun Medelen Umbulmartani meminta aparat menghukum semua pelaku," ungkap Kepala Dusun Medelen, Suratman, kepada wartawan di rumahnya, Jumat (26/4/2013).

Menurut dia, warga dusun, terutama orangtua korban, tidak rela ada warga yang diperlakukan dengan cara diperkosa dan dibunuh secara keji. Sebagai kepala dusun, pihaknya memfasilitasi warga dusunnya yang hendak mendatangi Mapolres Sleman, Sabtu (27/4) besok.

"Kami mendukung kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini, terutama keterlibatan anggota Polsek Kalasan. Sebagai anggota polisi, dia seharusnya jadi pengayom, malah ikut jadi pelaku tindak pidana," tegas dia.

Berkaitan dengan rencana aksi itu, Suratman menyatakan pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Polres Sleman dan sudah diketahui pemerintah desa dan muspika setempat. "Kami sepakat untuk aksi damai," katanya.

Ke-7 tersangka adalah Hardani atau Hrd (53), seorang anggota Polsek Kalasan, Choirul Anwar atau CA (44) adalah orangtua tersangka Yonas Ravelusi (18) yang pernah menjadi teman dekat korban. Keduanya warga Dusun Kringinan, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan.

Choirul dan anaknya diduga menjadi otak pelaku pembunuhan dan merancang skenario untuk mengaburkan aksi keji mereka. Hrd yang mengaku ikut mengatur skenario. Tersangka lain adalah BG, ED, AR dan SPR.

Seluruh tersangka saat ini masih dikonfrontasi keterangannya. Sebab, keterangan saksi-saksi sebelumnya, tidak cocok dan berbelit-belit. Bahkan Hrd yang lebih banyak bungkam, mengelak dan tidak mengaku.

Priya Puspita Restanti ditemukan tewas di persawahan Dusun Kringinan, Selomartani Kalasan, Sleman, Selasa (16/4) lalu. Tubuhnya terbakar mengenaskan. Berdasarkan pemeriksaan, sebelum dibunuh, remaja putri ini diperkosa.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%