detikcom
Kamis, 25/04/2013 18:24 WIB

Bush Tetap Nyaman Soal Keputusan Serang Irak, Sejarah yang Akan Menilai

Rita Uli Hutapea - detikNews
Washington, - Mantan presiden Amerika Serikat George W. Bush mengaku tetap "nyaman" dengan keputusannya menginvasi Irak. Meski keputusannya itu belakangan menimbulkan kontroversi, terlebih setelah senjata pemusnah massal tak pernah ditemukan di Irak.

"Saya nyaman dalam proses pembuatan keputusan tersebut. Saya pikir, penggulingan Saddam Hussein merupakan keputusan yang tepat, bukan cuma demi keamanan kita sendiri namun juga demi memberikan orang-orang kesempatan untuk hidup dalam masyarakat yang bebas," ujar Bush.

Hal tersebut disampaikan Bush dalam wawancara dengan ABC News seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/4/2013).

Menurut Bush, sejarahlah yang akan menilai tentang invasi ke Irak tahun 2003 tersebut. "Sejarahlah yang pada akhirnya akan menilai hal itu, dan saya tak akan ada di sini untuk melihatnya," imbuhnya.

"Sejauh yang saya tahu, perdebatan telah berakhir. Maksud saya, saya telah melakukan apa yang saya lakukan. Dan para sejarahwanlah yang pada akhirya akan menilai keputusan tersebut," tandas Bush.

Invasi AS ke Irak salah satunya dipicu oleh kekhawatiran akan keberadaan senjata pemusnah massal yang diduga dimiliki negara tersebut. Namun kenyataannya, senjata pemusnah massal tersebut tak pernah ditemukan di Irak.

Meski invasi itu berhasil menggulingkan Saddam, namun kondisi negeri Irak setelah itu tidak lantas membaik. Bahkan aksi-aksi perlawanan dan militansi terus marak di Irak hingga merenggut banyak korban jiwa, termasuk ribuan tentara AS.

Presiden AS Barack Obama akhirnya berhasil menarik keluar pasukan AS dari Irak pada akhir tahun 2011 lalu.

Tercatat lebih dari 4.400 tentara AS telah tewas di Irak dan ratusan ribu warga sipil diyakini telah tewas dalam berbagai kekerasan sejak invasi AS.

Kekerasan-kekerasan tersebut bahkan terus terjadi saat ini. Dalam dua hari terakhir saja, serangkaian kekerasan di Irak telah menewaskan sedikitnya 125 orang. Sebagian besar mereka tewas dalam kerusuhan dan serangan yang melibatkan polisi dan demonstran.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%