detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 05:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 25/04/2013 18:00 WIB

4 Santriwati di Sidrap Sulsel Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Sebanyak empat santriwati Pondok Pesantren Darul Aman Makassar, tewas tenggelam di kolam ikan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Lima lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Peristiwa tragis itu terjadi saat para santri mengikuti perkemahan di Pesantren Darul Ihsan, Desa Cipo Takari, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (25/4/2013).

Ke-4 santriwati malang tersebut adalah Magfirah (13 tahun) asal Makassar, Sulfi Dwi Ardianti (13 tahun) asal Makassar, Anna Muhlisa (13 tahun) asal Sidrap dan Ayunita (15 tahun) asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Selain empat korban tewas, lima santriwati lainnya dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUD Arifin Nu'mang, Sidrap. Kelimanya adalah Muliati (19 tahun), Nurul Anisa (13 tahun), Septi Sriana (13 tahun), Reskiwati (13 tahun) dan Firda Wahyuni (13 tahun).

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Endi Sutendi, yang dihubungi detikcom menyebutkan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Para korban merupakan santriwati Pondok Pesantren Darul Aman di Makassar yang sedang mengikuti perkemahan di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Kab. Sidrap.

"Keempatnya ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan Pondok Pesantren Darul Ihsan. Sedangkan lima lainnya masih tak sadarkan diri di rumah sakit," ujar Endi.

"Saat ini pihak Polres Sidrap masih menyelidiki penyebab dan latar belakang peristiwa tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian," tutupnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mna/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%