detikcom
Kamis, 25/04/2013 18:00 WIB

4 Santriwati di Sidrap Sulsel Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Sebanyak empat santriwati Pondok Pesantren Darul Aman Makassar, tewas tenggelam di kolam ikan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Lima lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Peristiwa tragis itu terjadi saat para santri mengikuti perkemahan di Pesantren Darul Ihsan, Desa Cipo Takari, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (25/4/2013).

Ke-4 santriwati malang tersebut adalah Magfirah (13 tahun) asal Makassar, Sulfi Dwi Ardianti (13 tahun) asal Makassar, Anna Muhlisa (13 tahun) asal Sidrap dan Ayunita (15 tahun) asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Selain empat korban tewas, lima santriwati lainnya dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUD Arifin Nu'mang, Sidrap. Kelimanya adalah Muliati (19 tahun), Nurul Anisa (13 tahun), Septi Sriana (13 tahun), Reskiwati (13 tahun) dan Firda Wahyuni (13 tahun).

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Endi Sutendi, yang dihubungi detikcom menyebutkan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Para korban merupakan santriwati Pondok Pesantren Darul Aman di Makassar yang sedang mengikuti perkemahan di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Kab. Sidrap.

"Keempatnya ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan Pondok Pesantren Darul Ihsan. Sedangkan lima lainnya masih tak sadarkan diri di rumah sakit," ujar Endi.

"Saat ini pihak Polres Sidrap masih menyelidiki penyebab dan latar belakang peristiwa tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian," tutupnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mna/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%