Kamis, 25/04/2013 17:15 WIB

Pengangguran Spanyol terburuk sejak 1976

BBCIndonesia.com - detikNews
Pencari kerja di Spanyol

Angka pengangguran di Spanyol yang mencapai 27,2% merupakan tertinggi sejak 1976.

Tingkat pengangguran di Spanyol mencatat rekor tertinggi 27,2% atau lebih dari enam juta orang dari total angkatan kerja dalam kuartal pertama tahun ini.

Angka pengangguran ini menunjukkan kesulitan Spanyol untuk bangkit dari krisis ekonomi yang dimulai lima tahun lalu.

Demonstrasi besar direncanakan akan digelar di depan gedung parlemen Kamis (25/04).

Banyak kalangan yang menyatakan kemarahan atas langkah pengetatan ikat pinggang pemerintah, yang disebutkan pihak penentang semakin memperparah krisis.

Perdana Menteri Mariano Rajoy hari Jumat (26/04) akan memaparkan kebijakan fiskal baru yang ditujukan untuk menghentikan resesi negara terbesar keempat dalam zona pengguna mata uang euro ini.

Paling buruk sejak 1976

Angka pengangguran ini merupakan yang tertinggi sejak paling tidak 1976, tahun dimulainya transisi Spanyol ke demokrasi setelah kematian diktator Francisco Franco.

Data pengangguran yang mencapai 7,9% pada pertengahan 2007 dan terus memburuk sejak anjloknya pembangunan properti tahun 2008.

Perdana Menteri Rajoy mengatakan Rabu (24/04) di depan parlemen bahwa masalah pengangguran tahun ini "tidak akan bagus, namun tidak akan lebih parah di bandingkan tahun-tahun sebelumnya."

"Tahun depan, akan ada pertumbuhan dan lapangan kerja akan tercipta di negara kita," katanya.

Sementara itu, Prancis -negara kedua terbesar dalam zona pengguna mata uang euro- juga akan mengeluarkan data tentang jumlah pengangguran.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
62%
Kontra
38%