detikcom
Kamis, 25/04/2013 17:02 WIB

Putusan MA yang Pidanakan Pengusaha Nakal Jadi Kado Hari Buruh Sedunia

Rois Jajeli - detikNews
Gedung MA (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Jelang Mayday, buruh Indonesia mendapat kado indah dari Mahkamah Agung (MA). Lewat putusannya, MA menghukum pengusaha Tjioe Christina Chandra Wijaya karena tidak membayar upah sesuai upah minimum regional (UMR).

Alhasil, bos UD Terang Suara Elektronik ini harus menjalani hukuman badan selama 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

"Putusan MA menghukum pengusaha yang melanggar UMR, ini memenuhi rasa keadilan buruh di Indonesia karena selama ini hak normatif buruh seperti soal upah, banyak yang dilanggar," ujar Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Jawa Timur, Jamaludin kepada detikcom, Kamis (25/4/2013).

Jamaludin pada 23 Maret 2009 melaporkan ke polisi permasalahan buruh UD Terang Suara Elektronik yang beralamat di Jalan Kalianyar 17 C Surabaya. Bagi Jamaludin, putusan ini menjadi kado menjelang Mayday (hari buruh sedunia).

"Ini menjadi kado Mayday dan menjadi tonggak sejarah perubahan khususnya penegakkan hukum atas laporan buruh karena selama ini banyak hingga ribuan laporan buruh tapi tidak ada yang memihak buruh," tuturnya.

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memvonis bebas Tjioe Christina Chandra Wijaya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun kasaasi dan oleh majelis kasasi Zaharuddin Utama, Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun, terdakwa dihukum sesuai Pasal 90 ayat 1a UU Ketenagakerjaan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%