detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 25/04/2013 17:02 WIB

Putusan MA yang Pidanakan Pengusaha Nakal Jadi Kado Hari Buruh Sedunia

Rois Jajeli - detikNews
Gedung MA (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Jelang Mayday, buruh Indonesia mendapat kado indah dari Mahkamah Agung (MA). Lewat putusannya, MA menghukum pengusaha Tjioe Christina Chandra Wijaya karena tidak membayar upah sesuai upah minimum regional (UMR).

Alhasil, bos UD Terang Suara Elektronik ini harus menjalani hukuman badan selama 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

"Putusan MA menghukum pengusaha yang melanggar UMR, ini memenuhi rasa keadilan buruh di Indonesia karena selama ini hak normatif buruh seperti soal upah, banyak yang dilanggar," ujar Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Jawa Timur, Jamaludin kepada detikcom, Kamis (25/4/2013).

Jamaludin pada 23 Maret 2009 melaporkan ke polisi permasalahan buruh UD Terang Suara Elektronik yang beralamat di Jalan Kalianyar 17 C Surabaya. Bagi Jamaludin, putusan ini menjadi kado menjelang Mayday (hari buruh sedunia).

"Ini menjadi kado Mayday dan menjadi tonggak sejarah perubahan khususnya penegakkan hukum atas laporan buruh karena selama ini banyak hingga ribuan laporan buruh tapi tidak ada yang memihak buruh," tuturnya.

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memvonis bebas Tjioe Christina Chandra Wijaya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun kasaasi dan oleh majelis kasasi Zaharuddin Utama, Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun, terdakwa dihukum sesuai Pasal 90 ayat 1a UU Ketenagakerjaan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(roi/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close