detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 25/04/2013 13:25 WIB

Diusir dari Saudi karena Terlalu Tampan, Omar Borkan Punya Banyak Penggemar

Rita Uli Hutapea - detikNews
foto: Facebook
Dubai, - Omar Borkan Al Gala merupakan satu dari tiga pemuda asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang beberapa waktu lalu, diusir dari Arab Saudi karena dianggap terlalu ganteng. Tidak banyak informasi mengenai pria muda yang berprofesi sebagai fotografer fashion, sekaligus aktor dan penyair tersebut.

Namun pemuda tampan itu memiliki fanpage di Facebook yang dipenuhi dengan foto-fotonya dirinya dalam berbagai pose. Fanpage www.facebook.com/OmarBorkanAlGala tersebut, hingga berita ini diturunkan telah mendapatkan 72.016 like dan 36.487 orang membicarakan soal ini.

Dalam laman Facebook tersebut, terlihat banyak sekali yang memuji-muji dan kesengsem dengan ketampanan Omar. Sebagian besar mengagumi pandangan tajam mata Omar dan bibirnya yang dianggap seksi.

Terlihat bahwa Omar pun pernah menulis status mengenai kecantikan wanita yang menurutnya harus dilihat dari kedua matanya. "The beauty of a woman must be seen from in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides" begitu bunyi salah satu statusnya.

Yang menarik, pada 21 April lalu, Omar pun memposting pemberitaan mengenai dirinya yang diusir dari Arab Saudi karena dianggap terlalu tampan. "This is what written in newspapers in over the world :) UAE men ordered to leave Saudi Arabia for being 'too handsome'. Read More : http://bit.ly/ZBwe4V

Hingga berita ini diturunkan, status tersebut telah mendapatkan 6.709 like dan 1.369 share. Di antara ratusan komentar yang muncul, sebagian menanyakan bagaimana pendapat Omar karena dianggap terlalu tampan. Sebagian lainnya menawarkan Omar untuk datang ke negara mereka.

Omar beserta dua pria Abu Dhabi lainnya yang tidak disebutkan namanya, datang ke Saudi untuk menghadiri festival kebudayaan Jenadrivah Heritage and Cultural Festival yang digelar di ibukota Riyadh belum lama ini. Namun seperti dilansir The Sun, tiba-tiba mereka malah ditangkap polisi setempat.

Polisi syariah di kota itu atau Mutaween, beralasan bahwa pemuda-pemuda tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu kaum wanita setempat. Menurut Mutaween, dikhawatirkan para wanita setempat tidak akan mampu menahan diri dan tergoda dengan ketiga pria tampan tersebut. Hal tersebut jelas-jelas melanggar hukum syariat Islam yang berlaku di negara itu.

"Tiga pria Emirat dibawa pergi dari lokasi karena mereka terlalu tampan. Ditakutkan para pengunjung wanita akan jatuh cinta pada mereka," demikian laporan surat kabar setempat, Elaph.

Ketiga pria muda itu dikabarkan langsung dideportasi ke Abu Dhabi.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%