detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 25/04/2013 12:50 WIB

Pengakuan Tabrani Syabirin yang Masuk Daftar Caleg PDIP dan Gerindra

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Tabrani Syabirin, blog
Jakarta - Nama Tabrani Syabirin mendadak mengemuka setelah muncul di daftar caleg DPR RI dari PDIP dan Gerindra. Kok bisa namanya masuk menjadi caleg di dua partai berbeda?

"Mungkin itu kelupaan saja, lagi pula di PDIP gelar saya salah itu, saya bukan SE," kata Tabrani kepada detikcom, Kamis (25/4/2013) .

Nama Tabrani Syabirin masuk dalam daftar caleg PDIP dan Gerindra. Di daftar caleg PDIP, nama Tabrani Syabirin, SE, MA terdaftar di caleg nomor urut 7 di dapil Jabar VII. Sedangkan di Gerindra, nama Tabrani Syabirin, LC, MA, menjadi caleg nomor urut 2 dari dapil Banten II.

Tabrani mengakui sempat menjalin komunikasi dengan PDIP. Namun anggota DPRD Banten dari Gerindra ini menegaskan tak pernah menyerahkan berkas pencalegan ke PDIP.

"Saya sudah jelaskan ke Fadli Zon (Waketum Gerindra), semua sudah clear," katanya.

Dihubungi terpisah, Waketum Gerindra Fadli Zon membenarkan pengakuan Tabrani. Menurutnya salah satu pengurus DPP Gerindra tersebut tak pernah mengembalikan formulir pencalegan PDIP.

"Tidak mengisi formulir dan tidak menyerahkan berkas, dia hanya menyerahkan berkas lengkap ke Gerindra," tegasnya.




Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%