detikcom
Kamis, 25/04/2013 12:50 WIB

Pengakuan Tabrani Syabirin yang Masuk Daftar Caleg PDIP dan Gerindra

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Tabrani Syabirin, blog
Jakarta - Nama Tabrani Syabirin mendadak mengemuka setelah muncul di daftar caleg DPR RI dari PDIP dan Gerindra. Kok bisa namanya masuk menjadi caleg di dua partai berbeda?

"Mungkin itu kelupaan saja, lagi pula di PDIP gelar saya salah itu, saya bukan SE," kata Tabrani kepada detikcom, Kamis (25/4/2013) .

Nama Tabrani Syabirin masuk dalam daftar caleg PDIP dan Gerindra. Di daftar caleg PDIP, nama Tabrani Syabirin, SE, MA terdaftar di caleg nomor urut 7 di dapil Jabar VII. Sedangkan di Gerindra, nama Tabrani Syabirin, LC, MA, menjadi caleg nomor urut 2 dari dapil Banten II.

Tabrani mengakui sempat menjalin komunikasi dengan PDIP. Namun anggota DPRD Banten dari Gerindra ini menegaskan tak pernah menyerahkan berkas pencalegan ke PDIP.

"Saya sudah jelaskan ke Fadli Zon (Waketum Gerindra), semua sudah clear," katanya.

Dihubungi terpisah, Waketum Gerindra Fadli Zon membenarkan pengakuan Tabrani. Menurutnya salah satu pengurus DPP Gerindra tersebut tak pernah mengembalikan formulir pencalegan PDIP.

"Tidak mengisi formulir dan tidak menyerahkan berkas, dia hanya menyerahkan berkas lengkap ke Gerindra," tegasnya.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%