Detik.com News
Detik.com
Kamis, 25/04/2013 11:37 WIB

Desmon: Coret Caleg Oportunis yang Muncul di PDIP dan Gerindra!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Desmon: Coret Caleg Oportunis yang Muncul di PDIP dan Gerindra!
Jakarta - Nama Tabrani Syabirin muncul dalam daftar caleg sementara (DCS) PDIP dan Partai Gerindra. Fungsionaris DPP Partai Gerindra Desmon Mahesa menilai seharusnya caleg nomor urut 2 dari dapil Banten II ini ditindak tegas.

"Ini kan menyangkut pribadi orang, apakah pernah melamar di PDIP dan PDIP setuju atau dia tidak melamar. Aku pikir Gerindra harus tegas, kalau perlu memecat dia," kata Desmon kepada detikcom, Kamis (25/4/2013).

Dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) Partai Gerindra, Tabrani Syabirin mendapat nomor urut 2 di dapil Banten II. Salah satu pengurus DPP Gerindra yang kini duduk di kursi DPRD Banten ini berada satu dapil dengan Desmon.

"Tapi orang ini oportunis saja mencari jabatan dan kedudukan, hari ini dia anggota DPRD tingkat 1. Gerindra harus bersikap tegas," tegasnya.

Desmon menilai kedisiplinan dan loyalitas caleg harus benar-benar diperhitungkan. Mumpung masih DCS bisa diubah oleh Gerindra sebelum ditetapkan menjadi Daftar Caleg Tetap (DCT).

"Nggak masalah dia di nomor 2 sekalipun, mumpung ini DCS," tandasnya.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%