detikcom
Kamis, 25/04/2013 09:57 WIB

Tersangka Boston Pakai Uang dari Penjualan Ganja Untuk Danai Pengeboman

Rita Uli Hutapea - detikNews
Boston, - Tersangka bom Boston Dzhokhar Tsarnaev telah mengaku kepada penyidik bahwa dia dan kakak laki-lakinya, Tamerlan Tsarnaev tidak terkait kelompok teroris manapun di luar negeri. Dzhokhar mengaku hanya mereka berdua yang merencanakan serangan bom pada 15 April tersebut.

Lantas, darimana kakak-beradik asal Chechnya itu mendapatkan uang untuk mendanai plot mereka? Para penyidik Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI yakin bahwa mereka mendapatkan uang lewat penjualan narkoba.

Disampaikan penyidik FBI kepada CBS News, Kamis (25/4/2013), Tamerlan yang menganggur, mendapatkan uang dari hasil penjualan ganja. Tidak disebutkan telah berapa lama hal itu dilakukan Tamerlan.

Penyidik yang tak mau disebutkan namanya itu enggan menjelaskan lebih rinci mengingat kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Tamerlan tewas usai baku tembak dengan polisi yang mengejar mereka pada Kamis (18/4) malam waktu setempat. Sedangkan Dzhokhar berhasil ditangkap dalam keadaan hidup pada Jumat (19/4) malam waktu setempat. Kini Dzhokhar masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan pengawalan ketat polisi.

Serangan bom yang terjadi saat event bergengsi Boston Marathon tersebut menewaskan tiga orang. Lebih dari 200 orang lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%