detikcom
Kamis, 25/04/2013 03:59 WIB

Kondisi Ekosistem Terumbu Karang di Kepulauan Seribu Memprihatinkan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
ilustrasi: Ekosistem Laut di Pulau Pramuka (Egir Rivki/detikcom)
Jakarta - Kondisi ekosistem terumbu karang di Kepulauan Seribu mulai mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi), kondisi tersebut masuk dalam kategori sedang.

"Berdasarkan hasil riset penelitian kondisi tutupan karang hidup termasuk kategori sedang, dengan persentase tutupan karang hidup 27 sampai 30%," ujar Anggota Terangi, Divisi pengelolaan terumbu karang, Idris saat berbincang dengan detikcom, di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (24/4/2013).

Menurut Idris, jika kondisi tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan akan semakin banyak ekosistem laut yang rusak.

"Kalau tidak dikelola dengan baik siap-siap saja akan banyak ekosistem yang rusak, dan terumbu karang yang rusak," ujarnya.

Idris mengatakan, sejauh ini terumbu karang dengan kerusakan terparah terjadi di Pulau Panjang. Hal itu dipicu karena adanya landasan pacu pesawat.

"Kondisi terparah di pulau panjang pulau itu dijadikan landasan pacu pesawat Cesna, sehingga sekeliling karang sudah pada mati. Hasil penelitian awal, tutupan karang hidup persentasenya 20%, namun belakang kita teliti lagi persentase tutupan karang hidup tinggal 1%," ujar Idris.

Idris menuturkan, di Jakarta ada 13 sungai yang bermuara ke Teluknaga, Tangerang, Propinsi Banten. "Bayangkan jika satu sungai saja membawa berapa ton limbah, belum lagi beberapa bulan lalu Jakarta Banjir maka ada berapa banyak eksositem yang rusak," sindirnya.

Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan pengelolaan ekosistem laut sejak sekarang. "Setelah direkstruksi kita juga tidak boleh melupakan dalam pengelolaannya, sehingga ekosistem tersebut tidak akan mati," lanjutnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/rna)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%