detikcom
Kamis, 25/04/2013 00:00 WIB

Rakornas Kemenpora Tahun 2013 Untuk Pengembangan Pemuda Indonesia

Advertorial - detikNews
Jakarta - Pemuda merupakan harapan bangsa dan masa depan negara. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya pemuda Indonesia menjadi lebih kompetitif dan profesional, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) memiliki berbagai program berbasis kepanduan, kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan.

Program-program itulah yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Pemuda Tahun 2013 yang diadakan di Puri Ratna Room - Hotel Grand Sahid selama lima hari, pada tanggal 22 – 26 April 2013. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo hadir untuk meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) tersebut.

Menurut Roy, Kemenpora memiliki banyak sekali program di bawah Deputi II (Deputi Bidang Pengembangan Pemuda). Mereka sengaja mengumpulkan berbagai provinsi untuk menyinergikan rencana apa saja yang sudah ada tahun ini supaya jangan sampai ada overlap atau intervensi. Harapannya setiap daerah juga mampu menyumbangkan ide-ide.

“Saya selalu menekankan supaya hasil yang dikeluarkan out of the box, jangan standar. Selain kuantitas, kualitas juga penting. Bagaimana supaya pemuda memiliki kemampuan untuk berbuat lebih kreatif dan sesuai harapan. Rencana yang sudah dibuat pun jangan menjadi out of date karena terkungkung atau terpola,” ujar Roy saat ditemui pada malam pembukaan Rakornas Pengembangan Pemuda, Senin (22/4).

Lebih lanjut Roy mengatakan, “Jangan sampai rencana yang telah dibuat dianggap sebagai kegiatan yang rutin, sehingga daerah sekedar menjalankan program dari Kemenpora tapi tidak membuat pemuda lebih kreatif dan kewirausahaan datar saja.” Sinergi yang dilakukan dalam Rakornas ini memang tidak hanya antar provinsi dan deputi tapi juga antar kementerian RI.

Turut hadir dalam malam pembukaan Rakornas Pengembangan Pemuda Tahun 2013 adalah Sekretaris Kemenpora Yuli Mumpuni Widarso, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda MB Zubakhrum Tjenreng, Staf Khusus Menpora Bidang Iptek Kepemudaan Eko Indrajit dan Staf Khusus Menpora Faisal Abdullah.

Rakornas ini diikuti oleh 150 peserta dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga di provinsi, kabupaten/kota dan stakeholder terkait. Selain pemaparan dan sidang tiap komisi, Rakornas ini juga menghadirkan tamu khusus sebagai pembicara di hari kedua (23/4) yakni:
  • Ir. Ciputra yang membahas “Spirit Entrepreneurship Bagi Pemuda Menuju Asean Economy Community 2015”
  • Dr. Sugihartatmo MPIA, dari Kemenkokesra yang membahas “Pengembangan Pemuda Untuk Menumbuhkan Potensi Pemuda Menuju Masyarakat Sejahtera”
  • Ketua Komisi X DPR RI yang membahas “Keberpihakan dan Kehadiran Negara di Bidang Kepemudaan”
  • Dadang Rizki Ratman dari BAPPENAS yang membahas “Konsep, Planning dan Strategi Pengembangan Pemuda”
  • Prof. DR. Chandra Wijaya (Pasca Sarjana UI) yang membahas Pengembangan SDM Pemuda di Era Globalisasi”
  • Drs. Syukri Batubara (Kemenkominfo) yang membahas “Strategi Kebijakan Komunikasi dan Informatika di Indonesia”
Sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2009, ada tiga pilar yang menjadi fokus program Kemenpora yakni penyadaran pemuda, pemberdayaan pemuda dan pengembangan pemuda. Salah satu contoh kegiatan di bidang kepeloporan adalah program PSP3 (Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan) dimana Kemenpora merekrut 1.000 sarjana.

Selain itu Kemenpora juga memiliki program untuk membantu mengembangkan kepemimpinan dan ketahan nasional bagi alumni Paskibraka. Untuk meningkatkan kewirausahaan pemuda Indonesia, Kemenpora memiliki Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda untuk memberikan akses permodalan lebih mudah dan ilmu kreatif khususnya bagi wirausahawan muda di daerah-daerah.
(adv/adv)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%