detikcom
Rabu, 24/04/2013 18:14 WIB

Nama Tabrani Syabirin Masuk Daftar Caleg PDIP dan Gerindra

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Mengejutkan! Nama Tabrani Syabirin ada di Daftar Caleg Sementara (DCS) PDIP dan Gerindra yang diserahkan ke KPU. Apakah nama caleg itu memang dimiliki dua orang alias namanya kembar, atau ada yang salah di proses penjaringan caleg?

Dari data yang dirilis KPU pada Rabu (24/4/2013) ada dua nama caleg yang kembar yakni Tabrani Syabirin SE, MA yang menjadi caleg PDIP dari dapil Jabar VII dengan nomor urut 7, dan Tabrani Syabirin LC, MA, yang menjadi caleg nomor urut 2 dari dapil Banten II dari Partai Gerindra.

Dapil Banten II meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Sementara dapil Jabar VII meliputi Purwakarta, Karawang dan Bekasi.

Tabrani Syabirin yang maju lewat PDIP berada satu dapil dengan eks cagub Jabar Rieke Diah Pitaloka. Sedangkan Tabrani Syabirin yang maju lewat Gerindra berada satu dapil dengan Desmond Junaidi Mahesa.

Di Partai Gerindra, Tabrani Syabirin adalah anggota Legislatif DPRD Provinsi Banten periode 2009-2014. Dia juga tampak eksis di internet.

KPU belum memberikan keterangan resmi hingga saat ini. Memang ada nama-nama caleg di DCS yang dirilis KPU yang kurang tepat, seperti caleg PD Saan Mustopa di dapil Jabar VII tertulis Sean Mustofa, demikian Andi Nurpati di dapil DKI III tertulis Andi Purpati, ada beberapa kesalahan penulisan juga. Belum diketahui kesalahan penulisan Tabrani Syabirin tersebut di tahap apa.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%