detikcom
Rabu, 24/04/2013 12:56 WIB

Sekolah Katolik Tolak Kurikulum 2013, Mendikbud Beri Penjelasan

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Seluruh praktisi pendidikan Katolik menolak kurikulum 2013 yang dirancang Kemendikbud. Mereka menilai acuan pendidikan itu belum matang. Mendikbud M Nuh pun turun tangan memberi penjelasan.

Acara pertemuan praktisi pendidikan Katolik bersama M Nuh ini digelar di Wisma Samad, Jl Dermaga, Klender, Jakarta Timur, Rabu (23/4/2013). Hadir 137 praktisi pendidikan Katolik, mulai dari kepala sekolah hingga pemilik yayasan yang dipimpin oleh Romo Carolus.

"Kami dari majelis nasional pendidikan Katolik sampai sekarang masih menolak kurikulum 2013, karena kami masih merasa bahwa ini belum matang. Kami akan melihat bagaiamana perkembangannya," kata Carolus dalam sambutan pembuka.

Nuh pun maju ke podium untuk memberi penjelasan. Pria yang tampil dengan safari biru ini sangat memahami penolakan praktisi pendidikan Katolik. Namun ada beberapa hal yang harus dipahami soal kurikulum 2013.

"Di dunia tidak ada barang yang pasti, meskipun majelis pendidikan Katolik telah menyatakan menolak kurikulum 2013 bagi kami tidak apa-apa," ujar Nuh.

Menurut dia, ada tiga penyakit sosial yang paling mendasar saat ini, yakni kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan peradaban. Vaksin yang bisa memproteksi dari ketiga penyakit itu adalah pendidikan. Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas maka perlu sebuah kurikulum.

"Kami berangkat mendesain kurikulum 2013 dari UU Sisdiknas. Di dalam UU Sisdiknas sudah dirumuskan dengan baik. Oleh karena dari UU ini kami kelompok-kelompokkan," jelasnya.

Kurikulum itu juga harus berisi kompetensi, sikap, pengetahuan dan keterampilan. Namun yang perlu mendapat perhatian paling baik adalah sikap.

"Kurikulum 2013 menekankan pada 3 kompetensi itu, harus utuh," ungkapnya.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close