Detik.com News
Detik.com

Rabu, 24/04/2013 12:54 WIB

Dugaan Korupsi Impor Daging

Dipertemukan dengan Suswono, PT Indoguna Danai Luthfi Berkampanye di Sumatera

Moksa Hutasoit - detikNews
Dipertemukan dengan Suswono, PT Indoguna Danai Luthfi Berkampanye di Sumatera Luthfi Hasan Ishaaq.
Jakarta - Luthfi Hasan Ishaaq mempertemukan Dirut PT Indoguna dengan Mentan Suswono yang ingin mengurus ijin penambahan kuota impor daging sapi. Sebagai balasannya, perjalanan Presiden PKS tersebut untuk kegiatan Safari Dakwah PKS di Sumatera dibiayai PT Indoguna.

Hal ini terungkap dalam surat dakwaan terhadap Arya Effendi dan Juard Effendi soal dugaan korupsi penambahan kuota impor daging sapi. Dakwaan dibacakan oleh penuntut umum pada KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (24/4/2013).

"Dirut PT Indoguna Maria Elizabeth Liman bersedia menyumbang untuk perjalanan Luthfi dalam rangka kampanye PKS di Sumatera," kata jaksa M Rum.

Kesediaan menyumbang itu disampaikan Maria kepada Ahmad Fatahanah dalam pertemuan mereka pada 30 Desember 2012. Dua hari sebelumnya, Maria menemui Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq untuk minta dipertemukan dengan Mentan Suswono yang merupakan kader PKS.

"Ahmah Fatahanah bertanya, "Mau nggak membiayai perjalanan Pak Luthfi dalam rangka kampanye PKS di Sumatera?" Maria menjawab, "Saya commit mendukung dana untuk PKS"," lanjut M Rum.

Pada 11 Januari 2013, terjadilah pertemuan antara Maria dengan Suswono. Pertemuan berlangsung di sela kegiatan Safari Dakwah PKS di Medan.

Setelah mendapat informasi ada lampu hijau untuk menambah kuota impor dari Kementan, Maria berjanji memberi fee Rp 5 ribu/kg kepada Luthfi. Total penambahan kuota impor daging sapi yang diminta PT Indoguna adalah 8 ribu ton.

"Seluruhnya berjumlah Rp 40 miliar," tandasnya.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mok/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%