detikcom
Rabu, 24/04/2013 12:29 WIB

Soal Kasus yang Melilit Susno, Partai Bulan Bintang Tak Turut Campur

M Iqbal - detikNews
Susno Duadji (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Bakal caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Susno Duadji tengah dieksekusi kejaksaan atas vonis 3,5 tahun untuk kasus korupsi pengamanan Pilgub Jabar. Apa kata PBB, parpol yang menaungi Susno?

Sekjen PBB BM Wibowo mengatakan sudah mengetahui kabar pengepungan rumah Susno di Dago Pakar oleh pihak kejaksaan. Namun dia belum mengetahui apakah Susno ada di rumah itu. Setelah dipastikan Susno ada di rumah itu dan sedang berurusan dengan pihak kejaksaan, Wibowo memberi tanggapan.

Dia mengatakan DPP PBB tak akan turut campur pada kasus hukum yang melilit Susno.

"Itu sih nanti Pak Susno sendiri. Itu kasusnya Pak Susno, tidak perlu dari DPP," kata Wibowo saat dihubungi, Rabu (24/4/2013).

Lalu bagaimana nasib pencalegan Susno? "Kita tunggu perkembangannya," jawab Wibowo diplomatis.

Wibowo mengatakan hingga saat ini belum ada komunikasi antara pengurus DPP PBB dengan Susno. Namun diyakini Yusril sudah mengetahui masalah eksekusi Susno ini.

"Seharusnya sih beliau (Yusril) sudah tahu," ujarnya.

Puluhan jaksa dari Kejati DKI dibantu Kejati Jabar mendatangi rumah Susno Duadji di Dago Pakar, Bandung untuk mengeksekusi mantan Kabareskrim itu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(bal/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%