detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 00:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 24/04/2013 12:29 WIB

Soal Kasus yang Melilit Susno, Partai Bulan Bintang Tak Turut Campur

M Iqbal - detikNews
Susno Duadji (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Bakal caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Susno Duadji tengah dieksekusi kejaksaan atas vonis 3,5 tahun untuk kasus korupsi pengamanan Pilgub Jabar. Apa kata PBB, parpol yang menaungi Susno?

Sekjen PBB BM Wibowo mengatakan sudah mengetahui kabar pengepungan rumah Susno di Dago Pakar oleh pihak kejaksaan. Namun dia belum mengetahui apakah Susno ada di rumah itu. Setelah dipastikan Susno ada di rumah itu dan sedang berurusan dengan pihak kejaksaan, Wibowo memberi tanggapan.

Dia mengatakan DPP PBB tak akan turut campur pada kasus hukum yang melilit Susno.

"Itu sih nanti Pak Susno sendiri. Itu kasusnya Pak Susno, tidak perlu dari DPP," kata Wibowo saat dihubungi, Rabu (24/4/2013).

Lalu bagaimana nasib pencalegan Susno? "Kita tunggu perkembangannya," jawab Wibowo diplomatis.

Wibowo mengatakan hingga saat ini belum ada komunikasi antara pengurus DPP PBB dengan Susno. Namun diyakini Yusril sudah mengetahui masalah eksekusi Susno ini.

"Seharusnya sih beliau (Yusril) sudah tahu," ujarnya.

Puluhan jaksa dari Kejati DKI dibantu Kejati Jabar mendatangi rumah Susno Duadji di Dago Pakar, Bandung untuk mengeksekusi mantan Kabareskrim itu.

(bal/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%