Rabu, 24/04/2013 09:47 WIB

Dzhokhar Sebut Perang Afghanistan & Irak Sebagai Pemicu Bom Boston

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Boston, - Tersangka bom Boston, Dzhokhar Tsarnaev mengaku bahwa dirinya dan kakaknya, Tamerlan termotivasi oleh perang di Irak dan Afghanistan. Dengan melancarkan serangan bom Boston, mereka bermaksud membela Islam.

Hal tersebut disampaikan Dzhokhar kepada para penyidik Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI. Menurut pejabat pemerintah AS kepada Washington Post, Rabu (24/4/2013), Dzhokhar yang masih dirawat di rumah sakit, sejauh ini kooperatif dalam penyelidikan.

Remaja berumur 19 tahun itu telah memberikan sejumlah keterangan kepada penyidik terkait ledakan bom Boston Marathon pada 15 April lalu. Keterangan-keterangan tersebut diberikan Dzhokhar lewat tulisan karena hingga kini dirinya belum sepenuhnya sembuh, menyusul luka tembak di kerongkongannya yang membuatnya sulit berbicara.

Pejabat pemerintah AS yang tak disebutkan namanya itu mengatakan, Dzhokhar secara spesifik menyebut tentang perang AS di Afghanistan dan Irak telah mendorong mereka untuk melakukan serangan bom Boston.

Kepada penyidik, remaja asal Chechnya itu juga mengaku mereka tak melakukan kontak dengan kelompok teroris manapun di luar negeri. Menurutnya, serangan bom Boston mereka lakukan berdua saja, tanpa bantuan pihak-pihak lain. Dikatakannya, mereka mencari informasi lewat internet tentang bagaimana membuat bom.

Para penyidik FBI menganggap keterangan-keterangan tersebut bersifat sementara. Sebab hal-hal tersebut harus diselidiki lebih lanjut sebelum bisa diyakini kebenarannya.

Dzhokhar hingga kini masih dirawat secara intensif di rumah sakit Beth Israel Deaconess Hospital, Boston dengan pengawalan ketat polisi. Tiap beberapa jam, penyidik FBI masuk ke ruangan Dzhokhar untuk menanyai remaja itu yang kemudian menjawabnya lewat tulisan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ita/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%