detikcom
Selasa, 23/04/2013 19:03 WIB

Hakim Jabatan Mulia, Tidak Boleh Dugem

Andi Saputra - detikNews
Imam Anshori Saleh (ari/detikcom)
Jakarta - Sebagai jabatan mulia, hakim diingatkan untuk tetap menjaga harkat dan martabatnya. Untuk menjaga hal tersebut, hakim dilarang melakukan hal-hal yang oleh awam bisa dilakukan semaunya.

"Mestinya hakim tidak boleh dugem. Hakim itu jabatan mulia. Dugem itu punya dampak negatif bagi hakim," kata Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/4/2013).

Dalam dunia gemerlap (dugem) tersebut, orang akan bersentuhan dengan alkohol, suasana remang-remang, musik yang keras dan hingar bingar. Sebagai tempat mencari kesenangan duniawi, hakim tidak pantas memasuki tempat tersebut.

"Misalnya bisa di dekati orang-orang yang berperkara atau makelar kasus," tandas Imam menambahkan.

Sebagai 'wakil Tuhan', hakim harus bisa menjaga integritas secara utuh. Tak hanya dugem, hakim juga diminta menghindari gaya hidup yang dinilai negatif oleh masyarakat.

"Jadi hakim itu masuk 'dunia sunyi' atau dunia asketis. Karena itu KY imbau para hakim untuk tinggalkan dunia gemerlap," pungkas Imam.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%