detikcom

Selasa, 23/04/2013 18:12 WIB

Jaksa: Tim Irwasum Polri Loloskan PT CMMA Setelah Terima Rp 1,5 M

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Jaksa KPK mengungkap bagaimana permainan kongkalikong dalam proyek simulator SIM Mabes Polri. Bahkan di dalam surat dakwaan jaksa untuk Irjen Djoko Susilo disebutkan ada uang pelicin sebesar Rp 1,5 miliar yang diberikan kepada tim Irwasum Polri untuk memuluskan PT CMMA sebagai pemenang tender.

Dugaan adanya kongkalikong bermula dari surat perintah Kapolri Jend Timur Pradopo kepada Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) untuk melakukan pre-audit terhadap proyek Simulator SIM. Tim beranggotakan Wahyu Indra P, Gusti Ketut Gunawa, Grawas Sugiharto, Elison Tarigan dan Bambang Ryan Setyadi.

Pada 10 Maret 2011, Budi Susanto Dirut PT CMMA, meminjam uang sebesar Rp 1,5 milyar kepada Sukotjo Bambang. Sukotjo adalah Dirut PT ITI, perusahaan yang menjadi subkontraktor dalam proyek yang tendernya sudah diatur untuk dimenangkan PT CMMA ini.

"Budi Susanto meminta uang kepada Sukotjo Bambang sebesar Rp 1,5 miliar untuk diberikan kepada tim Irwasum Mabes Polri guna memenangkan PT CMMA sebagai pelaksana pekerjaan simulator," ujar jaksa KMS Roni dari KPK di PN Tipikor, Selasa (23/4/2013).

Jaksa KPK pun yakin gara-gara uang pelicin Rp 1,5 miliar itu, maka PT CMMA bisa lolos pre-audit di Irwasum. Karena adanya rekomendasi Irwasum itu, maka Kapolri menetapkan PT CMMA sebagai pemenang tender.

"Setelah menerima uang sejumlah Rp 1,5 m, dari Budi Susanto melalui Sukotjo Bambang, selanjutnya tim Irwasum merekomendasikan PT CMMA sebagai pemenang," kata Jaksa Roni.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/lh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%