Selasa, 23/04/2013 15:23 WIB

India Gelar Festival Film Tampilkan Adegan Vulgar, Termasuk Ciuman & Bugil

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
New Delhi - Untuk pertama kalinya, India akan menggelar festival film yang menunjukkan adegan-adegan yang dianggap terlalu vulgar bagi publik. Termasuk adegan ciuman yang sebelumnya disensor, juga akan ditampilkan dalam festival film ini.

Festival yang diberi nama 'Cut-Uncut' ini akan digelar di New Delhi, ibukota India dalam rangka peringatan 100 tahun industri perfilman India yang dikenal dengan nama Bollywood. Dalam festival ini, akan ditampilkan film-film beserta adegan yang sebelumnya disensor oleh lembaga sensor film India.

Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (23/4/2013).

Di bawah undang-undang di India yang ketat dan berlaku sejak tahun 1952 silam, segala macam adegan berbau seks, ketelanjangan, kerusuhan dan kekerasan akan disensor. Peraturan tersebut kemudian diamendemen tahun 1983, namun tetap tidak merubah banyak inti di dalamnya.

Festival ini digelar oleh Kementerian Informasi dan Penyiaran India. Tujuannya yakni untuk menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka kepada film-film buatan Bollywood.

"Kami ingin agar lebih liberal, berhenti memberlakukan peraturan lama dan sebaliknya, mengakui hasil karya artistik," ujar seorang pejabat Kementerian Informasi dan Penyiaran India, yang enggan disebut namanya.

Menurut pejabat tersebut, selama ini adegan ciuman dengan durasi yang lama, adegan telanjang dan adegan pemberontakan terhadap pemerintah selalu disensor. Dalam festival ini, hal demikian tidak akan terjadi.

"Seiring dengan perubahan zaman, kami ingin pendekatan yang lebih segar. Tujuan kami adalah mengubah aturan lama dalam penyensoran segera," imbuhnya.

Festival ini akan dimulai tanggal 25 April mendatang. Diawali dengan penayangan film klasik tahun 1933 yang berjudul 'Karma'. Dalam film yang dibintangi aktor Humanshu Rai dan aktris Devika Rani ini, terdapat adegan ciuman pertama kali dalam sejarah film Bollywood. Namun saat itu, adegan ciuman ini harus disensor.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%