Detik.com News
Detik.com
Selasa, 23/04/2013 13:35 WIB

Ini Penampakan Ruas Jalan Layang Non Tol Casablanca yang Mangkrak

Agung Pambudhy - detikNews
Ini Penampakan Ruas Jalan Layang Non Tol Casablanca yang Mangkrak
Jakarta - Ruas jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang yang dikenal dengan jalur layang Casablanca mangkrak. Padahal sudah hampir 90 persen pengerjaan proyek itu rampung.

Gubernur DKI Jakarta Jokowi menyebut kalau ada masalah teknis penganggaran dalam proyek itu sehingga proyek terhenti. Semestinya, akhir tahun 2012 proyek selesai. Jadi pada 2013 ini tak dianggarkan lagi.

Berdasarkan pantauan, Selasa (23/4/2013) di kawasan Casablanca, sama sekali tak terlihat aktivitas pekerjaan. Bangunan besar itu hanya teronggok begitu saja membelah ruas di kawasan Ambassador.

Padahal, bila ditilik ruas jalan itu sudah bisa digunakan, walau ada beberapa bagian yang belum tuntas. Pembangunan proyek ini dimulai sejak 2010. Tujuan awalnya memecah kemacetan di kawasan bisnis di sekitar Ambassador.

Apa jadinya proyek ini ke depan bila mangkrak? Mungkin bisa seperti tiang monorel yang sama sekali hanya jadi saksi bisu, cita-cita memerangi kemacetan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%