Selasa, 23/04/2013 12:12 WIB

Diduga Malpraktik, Dokter di RS Persahabatan Dilaporkan ke Polisi

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pandapotan Manurung memegang foto pernikahan dengan almarhum istrinya
Jakarta - Pandapotan Manurung (40), warga Pulomas, Jakarta Timur melaporkan seorang dokter di RS Persahabatan ke Polda Metro Jaya. Pandapotan menduga istrinya, Anna Marlina Simanungkalit (38), mengalami malpraktik oleh sang dokter hingga akhirnya meninggal dunia.

"Sekitar pukul 12.00 WIB - 13.00 WIB kita baru lapor ke Polda, dengan nomor laporan polisi LP/1316/IV/2013/PMJ/ Dit Reskrimum 22 April 2013," ujar Pandapotan ketika ditemui di rumahnya, Mahoni Raya No 17 D, Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (23/4/2013).

Pandapotan memaparkan istrinya, Anna, melakukan pemeriksaan ke RS Persahabatan pada 20 Februari 2013 lalu. Saat itu Anna merasakan benjolan di leher.

Pandapotan yang mendaftarkan Anna ke loket pendaftaran RS Persahabatan merujuk Anna ke Poli Bedah. Kemudian setelah diperiksa dokter, Anna divonis menderita pembengkakan kelenjar tiroid dan harus diangkat dengan operasi.

"Saya tanya kenapa harus diangkat? Dia bilang akan berkembang menjadi kanker dan menjalar ke bagian tubuh lain seperti paru-paru, bisa mengalami kondisi tubuh lemah mudah terserang sakit, kalau dikaruniai anak-anak akan jadi cebol," cerita Pandapotan.

Menurut Pandapotan, dokter mengatakan tidak ada risiko efek samping bila dioperasi. Bila tidak dioperasi, Anna dikatakan dokter harus mengkonsumsi obat seumur hidup.

"Setelah dipertimbangankan kalau tidak dioperasi, akhirnya kami setuju untuk diangkat. Saat itu dokter memberi rujukan pemeriksaan awal untuk paru, jantung, ginjal, dan USG," imbuhnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%