detikcom
Senin, 22/04/2013 22:44 WIB

Kampus UMI di Makassar Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal, 3 Motor Dibakar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar diserang oleh sekelompok orang tak dikenal, Senin (22/4/2013) sore. Dalam penyerangan itu, tiga sepeda motor milik mahasiswa yang diparkir di depan halte dan depan masjid Umar bin Khattab hangus terbakar.

Penyerangan dilakukan puluhan orang. Mereka menggunakan sepeda motor dan merusak sebanyak 6 motor yang terparkir di halaman masjid. Anehnya, tiga motor yang dibakar dan 6 motor yang dirusak memiliki kode nomor polisi dari salah satu kabupaten di Sulsel.

Tiga sepeda motor yang dibakar adalah Yamaha Mio bernopol DD 6441 WK, Suzuki Satria FU bernopol DD 3804 WP, dan Yamaha Jupiter Z bernopol DD 4997 WO.

Salah seorang saksi mata, Firman Razak menyebutkan pelaku lebih dulu melempari mahasiswa yang berkumpul di dekat masjid Umar bin Khattab. Mendapat serangan tiba-tiba, para mahasiswa tersebut langsung lari kocar-kacir menyelamatkan diri.

"Para pelaku yang menggunakan cadar langsung merusak dan membakar motor mahasiswa yang ditinggalkan pemiliknya, setelah itu mereka kabur," ujar Firman yang juga menjabat staf di biro kemahasiswaan UMI ini.

Aksi penyerangan kampus swasta terbesar di Makassar ini diduga berkaitan dengan tewasnya salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum UMI bernama Geis Setiawan, sekitar pukul 13.30 WITA di RS Wahidin Sudirohusodo, setelah ditikam perutnya oleh sekelompok orang tak dikenal di jalan Racing Centre, Makassar, Minggu (21/4) sekitar pukul 23.30 WITA. Kini jenazah Geis sudah dipulangkan ke kampung halamannya di kota Palopo, Sulsel, sore tadi.

Hingga saat ini, aparat Polsek Panakukang dibantu Satreskrim Polrestabes Makassar mengusut kasus tersebut serta aksi penyerangan di kampus UMI. Aparat masih melakukan penjagaan di sekitar lingkungan kampus yang tidak jauh dari kantor Gubernur Sulsel ini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mna/rmd)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%