detikcom
Senin, 22/04/2013 22:42 WIB

Bus Dihajar KA di Nganjuk, Terseret 100 Meter

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - Bus Sugeng Rahayu ditabrak KA Matarmaja di palang pintu Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Meski sempat terseret sejauh 100 meter dan masuk sawah, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Atim Siswanto mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 21.15 WIB. Bermula saat bus yang dulu bernama Sumber Kencono ini terlibat kebut-kebutan dengan Bus Mira dari arah Surabaya.

Sesaat sebelum sampai di palang pintu perlintasan Kereta Api (KA) di Kecamatan Bagor, palang pintu tersebut ditutup petugas karena KA Matarmaja jurusan Malang - Jakarta hendak melintas.

Bus Sugeng Rahayu yang mendahului Bus Mira dari arah kanan ini menerobos palang pintu tersebut. KA Matarmaja dengan kecepatan tinggi akhirnya menabrak bus itu hingga terseret sejauh 100 meter dan masuk sawah.

"Bus ini menerobos palang pintu tersebut. Namun kereta melaju kencang dan menabraknya," kata Atim saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/4/2013).

Atim memastikan tak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut. 30 Penumpang yang berada di dalamnya hanya mengalami luka-luka lecet saja. Sementara itu sopir bus sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

"Semuanya selamat hanya luka ringan saja. Sopir dan awak bus lainnya telah diamankan untuk dimintai keterangan," pungkas Atim.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%