detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 22/04/2013 18:31 WIB

Bekas Orang Dekat Geert Wilders Masuk Islam

Rachmadin Ismail - detikNews
Amsterdam - Kabar mengejutkan datang dari politikus Belanda Arnoud van Doorn. Bekas orang dekat politikus Belanda yang anti Islam, Geert Wilders, itu kini masuk islam.

Diberitakan Amsterdamherald, Senin (22/4/2013), van Doorn pernah menjabat sebagai wakil ketua PVV group atau partai kebebasan Belanda. Dia disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Wilders.

Kabar soal masuk islam pertama kali diketahui dari twitter. Lewat akunnya @ArnoudvDoorn, dia menyebutkan sudah memeluk Islam.

"Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya," begitu isi twit van Doorn.

Al Jazeera sempat mewawancarai van Doorn beberapa waktu lalu. Dia mengungkapkan alasannya masuk islam pertama kali saat mengunjungi sejumlah masjid karena alasan penasaran.

"Saya sudah mendengar berbagai cerita negatif tentang Islam, tapi saya bukan orang yang mengikuti opini orang lain tanpa riset dan menyimpulkan sendiri pendapat saya," ujarnya.

Saat ditanya apakah dia menyesal pernah bergabung dengan partai kebebasan, van Doorn menjawab: "Saya sudah belajar bahwa setiap pengalaman dalam hidup pasti ada tujuannya. Bagaimanapun, dengan pengetahuan yang saya miliki saat ini, saya tak pernah ragu untuk membuat pilihan berbeda," katanya.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mad/nvc)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%