Senin, 22/04/2013 16:17 WIB

Caleg PDIP Kota Bandung Mayoritas Berusia Muda

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bandung menyerahkan daftar caleg sementara (DCS) sebanyak 50 orang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Senin (22/4/2013). Mayoritas caleg yang didaftarkan berusia muda sekitar 21-35 tahun.

"Kita banyak caleg muda, malah ada yang usia 21. Caleg yang sudah berumurnya paling hanya tiga orang," ujar Ketua DPD PDIP Kota Bandung Isa Subagja kepada wartawan.

Sementara jumlah caleg perempuan lebih dari 30 persen. "Caleg perempuan kita banyak, ada 16 orang," ujar Isa.

Menurut Isa, proses seleksi yang dilakukan PDIP sudah melalui proses yang ketat. Sehingga diharapkan nantinya para caleg bisa mengabdi dengan baik kepada masyarakat.

"Kriterianya ya sesuai Undang-undang saja. Kebanyakan tingkat pendidikannya S1," jelas Isa.

Sebagai Ketua DPD, secara langsung Isa mendaftarkan calegnya tersebut ke Kantor KPU Kota Bandung. Ia datang bersama sekretarisnya Arif Supriatna.

"Tadi langsung diperiksa semua persyaratan. Tadi ada miss saja formulirnya ada yang harus dilegalisir dulu. Tapi semuanya lancar," tutup Isa.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%