detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 09:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 22/04/2013 15:25 WIB

Pengganti Kapolri dan Wakapolri Harus Lebih Baik dari yang Saat Ini

Andri Haryanto - detikNews
Wakapolri Komjen Nanan Sukarna
Jakarta - Istana mempercepat masa tugas Kapolri Jenderal Timur Pradopo per Agustus 2013 nanti, berbarengan dengan masa tugas pendampinganya, Komjen Nanan Sukarna yang habis masa dinasnya. Nanan berharap siapapun pengganti pucuk pimpinan di Korps Trunojoyo lebih baik dari pimpinan saat ini.

"Kita berharap penerus-penerus kami itu yang lebih baik daripada era yang sekarang," kata Komjen Nanan dalam pembukaan Seminar 'Peran media dan Kedudukan Media Massa dalam Mendukung Tupoksi Polri di Indonesia', di Auditorium PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2013).

Perwira tinggi yang memiliki kans untuk masuk bursa pemilihan Kapolri tentunya mereka yang menyandang pangkat jenderal berbintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen). Saat ini sudah ada lima jenderal yang mumpuni untuk bersaing di bursa pengganti Jenderal Timur.

Mereka adalah Kabareskrim Komjen Sutarman, Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Kabaintelkan Komjen Suparni Parto, Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan. Sementara Kabaharkan Komjen Oegroseno dan Irwasum Komjen Imam Sudjarwo tersisa setahun massa tugasnya.

Nanan berharap mereka yang nanti terpilih tidak berdasarkan intervensi dan kolusi. "Jadi pemimpinnya betul-betul lebih baik daripada yang sekarang. Sangat tergantung pada kepolisiannya, apakah polisinya independen, ya harus independen. Independent tapi bukan arogan. Independen itu transparan, terbuka, siap diaudit, dan bertanggung jawab," tegas Nanan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ahy/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%