detikcom
Senin, 22/04/2013 09:20 WIB

UN SMP Tertunda, Mendikbud: Saya Bilang Serentak Hari Ini, Bukan Jam Ini

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Jakarta - Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di sejumlah daerah ditunda gara-gara distribusi soal terlambat. Bagi Mendikbud M Nuh, penundaan itu bukan masalah.

"Oh gitu ya. Ya nggak apa-apa kan terlambat satu dua jam ya nggak apa-apa," kata M Nuh di kawasan Jakarta Pusat, Senin (22/4/2013).

Menurut dia, pelaksanaan UN yang terpenting digelar hari ini. Penundaan ini karena ada masalah di percetakan.

Jadi nggak apa-apa terlambat, Pak? "Makanya saya bilang serentak hari ini, bukan jam ini," jawab M Nuh.

M Nuh juga memaklumi kegelisahan para siswa peserta UN. "Kemungkinan siswa gelisah tetapi ya nggak apa-apa," ujar dia.

Untuk soal UN yang tertukar, M Nuh mengatakan bisa diatasi.

"Belum dibuka. Kalau sudah tahu (tertukar) ya ditukar," kata pria yang mengenakan baju safari warna biru ini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%