Senin, 22/04/2013 09:20 WIB

UN SMP Tertunda, Mendikbud: Saya Bilang Serentak Hari Ini, Bukan Jam Ini

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Jakarta - Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di sejumlah daerah ditunda gara-gara distribusi soal terlambat. Bagi Mendikbud M Nuh, penundaan itu bukan masalah.

"Oh gitu ya. Ya nggak apa-apa kan terlambat satu dua jam ya nggak apa-apa," kata M Nuh di kawasan Jakarta Pusat, Senin (22/4/2013).

Menurut dia, pelaksanaan UN yang terpenting digelar hari ini. Penundaan ini karena ada masalah di percetakan.

Jadi nggak apa-apa terlambat, Pak? "Makanya saya bilang serentak hari ini, bukan jam ini," jawab M Nuh.

M Nuh juga memaklumi kegelisahan para siswa peserta UN. "Kemungkinan siswa gelisah tetapi ya nggak apa-apa," ujar dia.

Untuk soal UN yang tertukar, M Nuh mengatakan bisa diatasi.

"Belum dibuka. Kalau sudah tahu (tertukar) ya ditukar," kata pria yang mengenakan baju safari warna biru ini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%