detikcom
Minggu, 21/04/2013 21:44 WIB

Pria Sakit Jiwa Pukul Nenek Pakai Palu Hingga Tewas

Mansyur Hidayat - detikNews
Garut - Asiah (65 tahun) tewas akibat dipukul kepalanya dengan menggunakan palu oleh tetangganya. Pelaku ternyata diketahui mengalami gangguan jiwa.

Kejadian tragis ini terjadi di Kampung Cigadog, Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut Jawa Barat, Minggu (21/4/2013) sekitar pukul 12.00 WIB. Asiah yang sempat akan dibawa ke rumah sakit justru meninggal di perjalanan.

"Luka bagian kepala sangat parah, sehingga korban Asiah, tak tertolong lagi, dia meninggal dunia," kata Kapolsek Pasirwangi, Kompol Hermansyah saat ditemui di lokasi.

Pelaku, pria berinisial AM (30) langsung tertangkap saat itu juga oleh polisi. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti palu yang masih berlumuran darah.

"Tidak sulit menangkap tersangka karena rumahnya berdekatan dengan korban, warga setempat sudah mengepung rumah tersangka sehingga kami dengan mudah berhasil menangkapnya," lanjut Hermansyah.

Dari hasil pemeriksaan sementara, AM diketahui memang mengalami gangguan jiwa. Sejak tahun 2005, AM rutin menjalani pengobatan kejiwaan.

Penyakit AM kambuh setiap ada hajatan. Kebetulan saat kejadian, memang sedang dilangsungkan sebuah hajatan.

"Jadi menurut warga, kalau ada warga hajatan, gangguan kejiwaannya pasti kambuh. Saat terjadi pemukulan sang nenek, memang tetangga korban maupun tersangka sedang melangsungkan hajatan," papar Hermansyah.

"Walapun begitu, tersangka AM tetap kami periksa di Mapolsek Pasirwangi," tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%