detikcom
Minggu, 21/04/2013 16:47 WIB

Usai UN, Siswi di Asahan Ditemukan Tewas Dibakar

Andi Siahaan - detikNews
Pematangsiantar - Seorang siswi SMK Negeri 1 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) ditemukan tewas di areal perkebunan karet. Saat ditemukan tubuh korban Winda Sari Manurung (17) dalam kondisi mengenaskan. Diduga korban dibakar.

Informasi yang didapat dari abang korban Timbul Manurung (20), Minggu (21/4/2013), usai ujian nasional Jumat (19/4/2013) korban pulang ke rumahnya di Pasar 8 Pondok Jagung Desa Rawan Baru Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan. Lalu pada pukul 13.00 WIB korban permisi akan pergi bersama teman-temannya. Namun sampai Sabtu (20/4/2013) malam korban tak kunjung pulang.

"Sampai Sabtu malam adik saya tidak pulang-pulang. Kami berusaha mencari informasi ke kawan-kawannya," ujar Timbul kepada wartawan.

Lantas Minggu pagi sekitar pukul 06.15 WIB korban ditemukan tewas di areal perkebuan karet PT Bakrie Plantation di Pondok Ladang Rawang Pasar 5.

Korban awalnya ditemukan seorang pekerja yang akan menyadap karet. Saat ditemukan tubuh korban menderita luka bakar dan dalam kondisi rusak.

Hingga kini aparat Kepolisian Resor (Polres) Asahan masih melakukan penyelidikan terkait kematian korban. Demi keperluan penyelidikan mayat korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk diautopsi.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close