Detik.com News
Detik.com
Minggu, 21/04/2013 14:18 WIB

Suami Elma Theana Daftar Jadi Calon Anggota DPD Jabar

Oris Riswan Budiana - detikNews
Suami Elma Theana Daftar Jadi Calon Anggota DPD Jabar Dok SCTV
Bandung - Julianda Barus, suami aktris Elma Theana, ternyata berminat jadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jabar. Julianda daftar hari ini ke KPU Jabar.

"Tadi suaminya Elma Theana, Julianda Barus daftar ke sini," kata Ketua Pokja Pencalonan KPU Jabar Ahmad Heri di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Minggu (21/4/2013).

Kedatangan Julianda ke KPU Jabar menurutnya tanpa ada konfirmasi sebelumnya. KPU pun menerima pendaftaran Julianda karena konfirmasi sebelum daftar bukan sebuah kewajiban. "Persyaratan beliau lengkap," ungkapnya.

Selain Julianda, ada juga nama-nama lain yang sudah mendaftar sejak pendaftaran dibuka hingga hari ini. Mereka adalah Raja Ratu Arimbi dari Keraton Kanoman Kasepuhan Cirebon, Euis Atikah, HM Athoillah Mursyid, Rukman Heryana, Ella M Girikomala, Uu Rukmana (wakil ketua DPRD Jabar), Rudy Harsa Tanaya (wakil ketua DPRD Jabar), Nu'man Abdul Hakim (mantan wagub Jabar), Nace Permana, serta Tubagus Dasep.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ors/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%