Detik.com News
Detik.com
Minggu, 21/04/2013 14:35 WIB

Ini Tanggapan Kepala Satgas PDIP Soal Keributan Oknum TNI di Kantor DPP

Rina Atriana - detikNews
Ini Tanggapan Kepala Satgas PDIP Soal Keributan Oknum TNI di Kantor DPP
Jakarta - Kepala Satgas Nasional Cakra Buana PDIP Komarudin Watubun meminta insiden keributan belasan oknum TNI di kantor DPP PDIP diselesaikan secara institusi.

"Kalau indikasi penyerangan itu benar, maka perlu diselesaikan secara institusi. Kita tunggu prosesnya, kita kan harus menghormati dan tidak bisa asal bertindak," kata Komarudin, di Sekretariat Satgas yang baru saja diresmikan, Jl Cideng Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2013).

Maksud Komarudin diselesaikan secara institusi merujuk pada 10 anggota Batalyon Zeni Konstruksi 13 (Yon Zikon 13) yang terlibat kerusuhan saat ini masih di-BAP di Batalyon. Sedangkan dari hasil pemeriksaan ada warga yang turut kena pukul anggota Yon Zikon 13 sudah damai.

Komarudin mengatakan, jika institusi TNI tidak dapat menyelesaikan secara institusi, maka menurutnya harus ada tindakan lain yang diambil PDIP.

"Menyerang kehormatan partai kok damai. Tidak ada istilah-istilah damai. Itu tindakan kriminal, hanya saya tidak bicara panjang karena saya mempersilahkan untuk diselesaikan secara institusi terlebih dahulu," kata Komarudin yang memakai seragam Satgas warna hitam dan baret merah ini.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Rukman Ahmad, sebelumnya telah menyampaikan klarifikasi terkait insiden semalam. Menurutnya, peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman saja.

"Itu kesalahpahaman dengan warga, lokasinya di depan kantor PDIP. Bukan penyerangan, nggak ada penyerangan," ujar Rukman, Minggu (21/4).

Wasekjen PDIP Hasto Christianto menyatakan pada pukul 19.00 WIB terjadi kecelakaan antara pelajar SMA yang naik motor dengan salah satu anggota TNI, tepat di samping kantor DPP PDIP. Komandan Yon Zikon 13 sudah meminta maaf kepada PDIP atas insiden itu.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rna/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%