Detik.com News
Detik.com
Minggu, 21/04/2013 05:53 WIB

Kisah Keturunan Raden Saleh yang Hidup Sebagai Tukang Permak Pakaian

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kisah Keturunan Raden Saleh yang Hidup Sebagai Tukang Permak Pakaian Rustriningsih menyempatkan belajar menjahit pada Rr Hartati (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Di ujung kampung padat penduduk, Kepatihan Semarang, suara mesin jahit kayuh terdengar nyaring dari rumah sederhana bernomor 135. Seorang wanita tua terlihat sibuk mengutak-atik kebaya hijau di mesin jahitnya. Ia adalah Raden Roro Hartati (68) yang memiliki hubungan keluarga dengan pelukis tersohor dari Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman (1811-1880).

Mendengar ada keturunan Raden Saleh yang tinggal di Semarang dan survive dengan kehidupan sederhananya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih mendatangi rumah Rr Hartati yang terletak di ujung gang sempit Kampung Kepatihan. Sesampainya di sana, Rustriningsih langsung akrab dan bertukar cerita dengan Rr Hartati.

Meski memiliki darah ningrat sari keluarga Bustaman, kehidupan Rr Hartati saat ini jauh dari keningratan. Rr Hartati dalam kesederhanaannya berjuang hidup dengan mengayuh mesin jahit merek President yang sudah menemaninya sejak ia masih SMP tahun 1960.

Hubungan Rr Hartati dan Raden Saleh terletak pada Kanjeng Kyai Kertabasa Bustam yang merupakan keluarga Bupati dan Bangsawan terkenal tahun 1600-an. Kanjeng Kyai Kertabasa Bustam memiliki sembilan anak, salah satunya Raden Syarif Husain yang memperistri Syarifah Husain. Dari pernikahan itu lahirlah Raden Saleh di tahun 1811.

Dalam perjalanan hidupnya, Raden Saleh yang merupakan pelukis sekelas Van Gogh itu ternyata tidak memiliki keturunan meski sudah menikah dua kali. Lalu apa hubungannya Raden Saleh dengan Rr Hartati?

Anak lain dari Raden Syarif Husain dan Syarifah Husain adalah Raden Ngabehi Surodirjo yang setelah tiga generasi menurunkan Raden Moch Ahmad, ayah dari Rr Hartati. Kemudian, semasa hidupnya, Raden Saleh melakukan perjalanan ke Eropa bersama istri dan keponakannya, setelah itu Raden Saleh mengizinkan keponakannya menikah dengan warga Belanda. Dari pernikahan itu secara turun menurun muncul nama Dr Dr Georg Hans Hundeshagen.

Beberapa tahun lalu, Rr Hartati saling surat menyurat dengan Hans. Dalam surat tersebut Hans menanyakan apakah Rr Hartati merupakan keturunan keluarga Bustaman. Benar saja, ternyata sesuai dengan silsilah keluarga yang dimiliki Rr Hartati, ternyata ia dan Hans memiliki pertalian saudara.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%