Sabtu, 20/04/2013 22:30 WIB

Pengungsi Gempa Dieng Butuh Selimut

Arbi Anugrah - detikNews
Suasana di pos pengungsian gempa Dieng (Foto: Arbi/detikcom)
Banjarnegara - Gempa hebat yang terjadi di Dataran Tinggi Dieng pada Jumat (19/4) kemarin malam menyebabkan ribuan warga di sejumlah Desa di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah mengungsi. Para pengungsi saat ini sangat membutuhkan selimut.

“Saat ini kami sangat membutuhkan selimut karena hawa di sini sangat dingin, terutama anak-anak kecil,” kata warga Desa Kepakisan, Pribadi (40), di pos pengungsian Dieng Wetan kepada detikcom, Sabtu (20/4/2013).

Pribadi sebelumnya sempat mengungsi di Balai Desa Gempol. Namun karena ingin berkumpul bersama keluarganya yang lain, dia dan 10 anggota keluarganya pindah ke tempat pengungsian di balai desa Dieng Wetan.

“Kemarin terpisah saat mengungsi karena panik. Saya juga hanya membawa satu pakaian yang saat ini saya pakai, saat itu saya tidak sempat membawa pakaian,” tuturnya.

Dia mengatakan cucunya saat ini yang masih berumur 3 tahun sangat membutuhkan selimut, karena saat mengungsi kemarin dia dan keluaganya tidak membawa apa-apa dari rumahnya. Dia juga mengaku takut untuk kembali ke rumahnya.

“Cucu saya butuh selimut, tolong sampaikan. Untuk kembali ke rumah saya juga takut, saya mau di sini dulu sampai benar-benar aman,” ujarnya.

Gempa bumi terjadi kemarin malam sejak pukul 18.58 WIB. Kemudian dimulai pukul 19.00 WIB hingga 20.03 WIB, terekam 160 kali gempa dan terasa hampir di seluruh wilayah Dataran Tinggi Dieng dengan skala MMI III-V.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara, Ahmad Lani, menyatakan gempa yang mengguncang Dataran Tinggi Dieng berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR). Pusat gempa berada di 7,29 lintang selatan dan 109,88 bujur timur atau 11 kilometer barat laut Wonosobo dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini termasuk gempa tektonik dan diperkirakan pusatnya berada di Desa Tanji Gugur, Kecamatan Bawang. Getaran gempa terasa di Banjarnagera, Wonosobo, Batang dengan durasi 5-30 detik per gempa.

Terkait hal itu, PVMBG telah menginstruksikan penutupan sementara jalur yang mendekat ke Kawah Timbang, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, baik jalan desa maupun jalan antarkabupaten. Penutupan tersebut dilakukan hingga ada pengukuran gas oleh Tim Tanggap Darurat PVMBG dan dinyatakan tidak terdapat gas beracun yang berbahaya bagi kehidupan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(trq/trq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%