Detik.com News
Sabtu, 20/04/2013 11:39 WIB

Gempa guncang Sichuan, puluhan tewas

BBCIndonesia.com - detikNews
Ratusan orang dikhawatirkan tewas atau terluka setelah gempa mengguncang Provinsi Sichuan, di Cina bagian barat, demikian laporan media pemerintah Cina.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan, kekuatan gempa mencapai 6,6 skala Richter dan berpusat di sekitar 50km di bagian barat kota Linqiong.

Gempa dilaporkan terjadi pada kedalaman 12 km.

Kawasan yang diguncang gempa ini merupakan daerah rawan gempa.

Sebuah gempa berkekuatan 8,0 SR di Sichuan pada Mei 2008 telah menewaskan hampir 90.000 orang.

Selama 20 detik

Gempa terakhir, yang awalnya dilaporkan berkekuatan 7,0 SR dan kemudian berubah 6,9 SR, terjadi pada pukul 08:02 waktu setempat.

Kekuatan gempa ini dirasakan sampai 115km di ibukota Provinsi Sichuan, Chengdu, demikian laporan Kantor berita Cina, Xinhua.

Laporan resmi menyebutkan 10 orang tewas, sementara China News Service mengatakan 28 orang tewas. Namun laporan lainnya menyebutkan kemungkinan jumlah yang tewas lebih banyak.

"Gempa di Yaan, Lushan, mengakibatkan ratusan orang terluka atau tewas ," kata Badan penanggulangan bencana gempa, Sichuan, dalam situs resminya.

Seorang warga di Chengdu mengatakan kepada Xinhua bahwa dia berada di gedung berlantai 13 ketika dia merasakan gempa.

Menurutnya, gedung itu terguncang selama sekitar 20 detik dan dia melihat genting berjatuhan dari gedung di dekatnya.

(bbc/bbc)

  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%