detikcom
Sabtu, 20/04/2013 11:18 WIB

Luka di Kepala, Penyebab Kematian Anggota TNI di Tol Masih Misterius

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Penemuan mayat anggota TNI menjelang pintu keluar tol Gedong, tepatnya Km 31 mengarah Cakung masih dalam penyelidikan polisi. Polisi masih terus menelusuri sebenarnya apa yang dilakukan pria tersebut di pinggir tol.

"Sementara belum dapat saksi dia ngapain di situ. Namun saat itu polisi hanya mendapat laporan ditemukan mayat dengan posisi tertelungkup dan ada luka di bagian kepala," ujar Kanit Reksrim Polsek Ciracas, AKP Jurpiono saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/4/2013).

Jupriono sudah meminta keterangan beberapa saksi. Tidak ada yang melihat adanya keributan di tempat pria yang bernama Kopda Wawan itu ditemukan tewas.

Diduga, korban baru saja balik dari kampung halamannya di Tasikmalaya. Di dalam dompet korban ditemukan bukti tanda penitipan motor dari tanggal 16 April 2013 di Pasar Rebo.

"Kemungkinan besar abis pulang kampung, karena dikuatkan dengan masih utuhnya barang-barang pribadi korban seperti HP, dompet yang di dalamnya ada uang Rp 450 ribu dan kartu tanda penitipan motor. Dan di tasnya pun ditemukan sekantong beras," imbuhnya.

Kopda Wawan ditemukan tewas sekitar pukul 05.00 WIB oleh warga di pinggiran tol Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dugaan sementara, Wawan diduga meninggal karena tabrak lari. Namun belum jelas kendaraan yang menabraknya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(spt/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
52%
Kontra
48%