detikcom
Sabtu, 20/04/2013 10:48 WIB

5 Siswi SMA 2 Tolitoli Dikeluarkan, KPAI: Semoga ini Jadi Pelajaran

Rivki - detikNews
Jakarta - Kasus video remaja SMU 2 Tolitoli yang berjoget layaknya orang salat menuai kecaman dari berbagai kalangan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap agar kasus ini bisa diambil hikmahnya.

"Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga pada anak Indonesia untuk senantiasa menjaga dan menghormati agama, hukum, etika, dan moralitas," ujar Komisioner KPAI Asrorun Ni'am, dalam keterangan pers kepada detikcom, Sabtu (20/4/2013).

KPAI meminta pemerintah memblokir situs tersebut, karena bertentangan dengan norma dan etika. "Kasus video yang kemudian diupload di YouTube jelas bertentangan dengan norma agama, etika dan hukum. Untuk itu pemerintah segera memblokir atau meminta YouTube menghapusnya," sambungnya.

Asrorun mengatakan, anak-anak yang berjoget di video tersebut haruslah dibina dan diberi pendidikan. Harus ada tindakan yang dilakukan sekolah untuk memberikan efek jera.

"Langkah yang diambil sekolah dalam perspektif perlindungan anak sudah tepat," tutur Asrorun.

Dia meminta agar aparat melakukan tindakan preventif. Komisioner bidang Agama dan Budaya KPAI ini berharap agar kasus ini bisa menjadi pelajaran.

"Aparat harus segera mengambil langkah-langkah preventif dan antisipatif untuk mencegah dampak negatif dari kasus ini," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 5 orang siswi yang joget dengan gerakan tersebut dikeluarkan oleh sekolah. Kepada siswi yang bersangkutan dinyatakan tidak diperkenankan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada tahun pelajaran 2012/2013 di SMA Negeri 2 Tolitoli. Segala keputusan selanjutnya diserahkan kepada pihak aparat kepolisian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Mereka dianggap melakukan penistaan agama dan bertentangan pasal 156 a KUHP.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%