detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Sabtu, 20/04/2013 07:15 WIB

Pertama Kali Kunjungi Lawang Sewu, Anis Matta Terkagum-kagum

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jakarta - Lawang Sewu, gedung tua berumur lebih dari satu abad tersebut terkenal dengan kisah-kisah mistis dan suasana horornya. Namun setelah dilakukan renovasi sejak 2009, kesan horor itu seolah lenyap dengan berbagai pentas yang tidak jarang digelar.

Sejak dua hari lalu, Kamis (18/4/2013), gedung peninggalan kolonial Belanda ini menjadi lokasi Milad ke-15 PKS. Panggung besar didirikan di halaman dalam. Gerbang dari bambu dibuat di dekat pintu gerbang masuk Lawang Sewu serta puluhan lampion yang digantung.

Pengunjung Lawang Sewu yang baru pertama kali datang tidak akan merasakan kesan horor sama sekali dengan adanya berbagai dekorasi tersebut. Bahkan Presiden PKS, Anis Matta yang baru kali ini memasuki Lawang Sewu merasa takjub.

"Dahsyat bangunan ini. Baru pertama kali ke sini walaupun sebelumnya sudah tahu," kata Anis Matta usai acara puncak Milad ke 15 PKS di Lawang Sewu Semarang, Jumat (19/4/2013) malam.

Setelah berkeliling, ia pun kagum dengan disain dan interior dari gedung bekas kantor kereta api Nederlandsche Indische Spoorweg Maschaappij itu. Dengan usaha renovasi dan berbagai pagelaran yang diadakan, menurutnya kesan horor akan lenyap dan semakin menghidupkan Lawang Sewu sebagai situs sejarah penting.

"Itu otomatis (menghilangkan kesan horor). Berhasil menghidupkan tempat ini sebagai situs sejarah penting di Indonesia," tandas Anis.

"Ini kan membuat terlihat lebih ramah," imbuhnya.

Biasanya, untuk masuk ke kawasan Lawang Sewu, pengunjung dikenakan biaya Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per orang. Namun khusus acara Milad PKS yang akan digelar hingga hari ini, Sabtu (20/4), pengunjung diperbolehkan masuk gratis. Oleh sebab itu selama tiga hari ini Lawang Sewu terlihat sangat ramai.

Dalam acara tersebut sejumlah stand dari makanan, pakaian dan produk lokal lainnya dibuka di beberapa ruangan, dua panggung berukuran besar dan kecil didirikan di halaman dalam. Berbagai lomba juga digelar sehingga selama tiga hari ini kesan horor lawang sewu lenyap.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mpr/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%