Detik.com News
Detik.com

Jumat, 19/04/2013 19:29 WIB

Mendikbud: Penundaan UN Tanggung Jawab BSNP

Danu Damarjati - detikNews
Mendikbud: Penundaan UN Tanggung Jawab BSNP
Palangkarayam - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh menegaskan, silang sengkarut penundaan ujian nasional tak sepatutnya selalu dikaitkan dengan tanggung jawab dirinya. Tanggung jawabnya selama ini dimaksudkan untuk merespon cepat kekisruhan penanganan UN.

"Tadinya kan dipikir yang tanggung jawab saya semua, yang dikritik, dicemooh saya. Tapi kemarin saya sampaikan agar tidak 'karam', saya ambil alih, saya yang bertanggung jawab. Kalau yang di bawah lempar-melempar kan nggak selesai-selesai," tutur Nuh di Istana Gubernur Kalimantan Tengah, Tambun Bungai, Palangka Raya, Jumat (19/4/2013).

Nuh menegaskan, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) adalah badan independen yang diserahi tanggung jawab melaksanakan UN sesuai PP No 19 Tahun 2005. Selain BSNP, Nuh juga mendesak agar Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRTP) ikut bertanggung jawab.

"Termasuk MRPTN. Sama-sama kita ketahui, pengawas-pengawas ujian itu kan dari perguruan tinggi," imbuhnya.

Untuk itu, dirinya mendesak agar BSNP menjelaskan permasalahn penundaan UN. Saat ini Irjen Kemendikbud Haryono Umar tengah menginvestikasi akar keruwetan penundaan UN itu. Balitbang Kemendikbud harus dimintai keterangan terkait tender barang dan jasa soal UN.

"Kalau yang terkait dengan tender, kontrak, dan seterusnya itu adalah Balitbang," ucapnya.

Nuh menyatakan, investigasi harus dilakukan dalam tiga matra. Pertama, proses pengadaan barang dan jasa. Kedua adalah proses pelaksanaan UN. Ketiganya yaitu perusahaan percetakan yang bersangkutan.

"Investigasi mudah-mudahan satu minggu selesai. Saya berharapnya tidak terlalu lama. Nanti belum tahu, dari tindakan tegas yang paling ringan sampai advance. Ini sebagai pembelajaran," ujarnya.

Nuh menyesalkan kegagalan PT Ghalia dalam memenuhi tenggat waktu pekerjaannya. Menurut Nuh, kegagalan perusahaan itu telah menodai pencapaian pencegahan kebocoran soal.

"Seandainya tidak ada urusan Ghalia, dari sisi konsep, ini sudah sangat bagus. Dari sisi kebocoran sudah bisa ditutup. Tapi kena musibah," pungkasnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(dnu/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%