detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 19/04/2013 18:49 WIB

Produsen Mi Berformalin di Yogya Digerebek

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Tempat produksi mi basah digerebek petugas gabungan karena menggunakan bahan pengawet formalin. Sebanyak 4 kuintal mi basah siap jual disita petugas.

Penggerebekan dilakukan tim gabungan dari Polresta Yogyakarta, Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Dinkes Kota Yogyakarta, Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Disperindag dan UKM DIY. Produsen mi yang digerebek berlokasi di Jalan Madubronto Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta. Petugas mengamankan 476 kg mi basah. Mi basah sebanyak itu telah dibungkus dalam plastik isi sekitar 5 kilogram yang siap jual di pasar.

Saat dites melalui rapid test, mi basah tersebut positif mengandung formalin. Petugas juga menyita 5 liter formalin serta beberapa jerigen bekas untuk menyimpan formalin.

Saat digerebek, petugas hanya mengamankan dan memeriksa satpam dan karyawan. Sedangkan pemilik pabrik berinisial HP, warga Kecamatan Mlati, Sleman, saat ini masih menjalani pemeriksaan.

"Semua barang bukti masih diamankan di Polresta Yogyakarta dan petugas masih memeriksa," ungkap Wakasatreskrim AKP M Ilyas.

Berdasarkan keterangan karyawan, mi basah tersebut biasanya dijual di sejumlah pasar tradisional. Mi tersebut langsung didistribusikan ke pasar ke sejumlah pedagang yang menjadi pelanggan. Sedangkan formalin diperoleh dari Solo dengan harga Rp 85 ribu per 5 liter.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bgs/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%