Jumat, 19/04/2013 18:49 WIB

Produsen Mi Berformalin di Yogya Digerebek

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Tempat produksi mi basah digerebek petugas gabungan karena menggunakan bahan pengawet formalin. Sebanyak 4 kuintal mi basah siap jual disita petugas.

Penggerebekan dilakukan tim gabungan dari Polresta Yogyakarta, Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Dinkes Kota Yogyakarta, Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Disperindag dan UKM DIY. Produsen mi yang digerebek berlokasi di Jalan Madubronto Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta. Petugas mengamankan 476 kg mi basah. Mi basah sebanyak itu telah dibungkus dalam plastik isi sekitar 5 kilogram yang siap jual di pasar.

Saat dites melalui rapid test, mi basah tersebut positif mengandung formalin. Petugas juga menyita 5 liter formalin serta beberapa jerigen bekas untuk menyimpan formalin.

Saat digerebek, petugas hanya mengamankan dan memeriksa satpam dan karyawan. Sedangkan pemilik pabrik berinisial HP, warga Kecamatan Mlati, Sleman, saat ini masih menjalani pemeriksaan.

"Semua barang bukti masih diamankan di Polresta Yogyakarta dan petugas masih memeriksa," ungkap Wakasatreskrim AKP M Ilyas.

Berdasarkan keterangan karyawan, mi basah tersebut biasanya dijual di sejumlah pasar tradisional. Mi tersebut langsung didistribusikan ke pasar ke sejumlah pedagang yang menjadi pelanggan. Sedangkan formalin diperoleh dari Solo dengan harga Rp 85 ribu per 5 liter.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%