Jumat, 19/04/2013 18:02 WIB

Hadapi 2014, Waka DPRD DKI Jakarta dari PDIP Pilih Jadi Senator

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Sayogo Hendrosubroto, mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam Pemilu 2014 mendatang. Sebagai konsekwensi dirinya akan segera keluar dari PDIP yang merupakan parpol afiliasinya dan meletakkan jabatannya selaku Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

"Saya merasa cocok jadi DPD. Tapi DPD itu kan independen, makanya saya kemari tanpa baju partai," kata Sayogo yang ditemui usai mendaftarkan diri di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jl. Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013).

Dia menegaskan, meski masih tercatat sebagai kader PDIP dan punya tanggung jawab sebagai Waka DPRD DKI Jakarta, dirinya punya hak untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD. Tidak ada alasan bagi PDIP untuk menolak pengunduran dirinya.

"Setuju enggak setuju, ya harus setuju. Karena saya ingin jadi anggota DPD RI mewakili Provinsi DKI Jakarta dan itu hak pribadi saya," tegas politisi senior yang telah tiga periode menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.

Sebagai bukti kesungguhannya, Sayogo menyertakan foto copy dukungan bukti dukungan terhadapnya sebagai calon anggota DPD. Jumlah copy KTP yang disampaikan berjumlah 9.999 lembar.

"Angkanya unik ya? Sebenarnya saya bisa mendapatkan dukungan dari 10.000 orang. Tetapi saya hentikan saja di angka ini, supaya gampang diingat. Paling banyak yang memberikan dukungan di wilayah Jakarta Barat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Pendaftaran Caleg DPRD DKI dan DPD DKI KPU Provinsi DKI Jakarta Sumarno mengatakan, hingga hari ini sudah ada 10 orang yang mendaftarkan diri sebagai caleg DPD RI Dapil Jakarta. Diantaranya ada anggota DPD RI AM Fatwa dan Pardi.

"Hingga hari ini baru 10 orang yang mendaftarkan diri sebagai caleg DPD RI dapil DKI Jakarta. Kalau partai yang mendaftarkan calegnya, baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 100 caleg," jelas Sumarno.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(jor/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%