detikcom
Jumat, 19/04/2013 16:32 WIB

BNN Tangkap Mantan Pecatur yang Jadi Bandar Narkoba

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Seorang mantan pecatur berinitial SS (50) ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bali. Bersamanya ditangkap empat orang lainya yang diduga sebagai jaringan pengedar utama narkoba di kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penangkapan berlangsung di rumah makan di Jl Tukat Pemogan, Denpasar, Bali, pada Selasa (2/4) lalu. Tersangka bandar utama narkoba adalah pasangan NJ (20) dan HK (40) yang berhasil ditangkap secara terpisah masing-masing di rumah kost dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar.

"HK yang menggerakkan orang, NJ adalah istri mudanya dan yang mengelola keuangan hasil penjualan," papar Deputy Pemberantasan Narkotika, Irjen Benny Mamoto di Kantor BNN Jl , Jakarta Timur, Jumat (19/4/2013).

Sedangkan dua tersangka lainnya adalah AF (24) dan S (42) yang sementara ini perannya sebagai kurir pemasok narkoba dari Surabaya. Ketika ditangkap, AF membungkus empat paket sabu dan menyembunyikan dalam sebuah kotak speaker berbungkus kain putih yang diakui akan diedarkan ke NTB.

Atas perintah S, paket sabu dalam kotak speaker tersebut diserahkan kepada SS, yang ternyata seorang mantan atlet catur dan mewakili Bali dalam PON 2012. Baik AF, SS dan S dikomandani oleh HK yang sudah berperan sebagai bandar selama lima tahun terakhir.

"Barang bukti yang ditemukan yaitu sabu seberat 408,7 gram. Petugas melihat adanya tindak money laundering dalam kasus tersebut," ucap Benny.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(kff/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%