Detik.com News
Detik.com

Jumat, 19/04/2013 14:01 WIB

Wajah 2 Tersangka Bom Panci Boston Dari Dekat

Rachmadin Ismail - detikNews
Wajah 2 Tersangka Bom Panci Boston Dari Dekat
Jakarta - FBI merilis dua wajah tersangka pengeboman di acara maraton Boston. Bila sebelumnya, wajah mereka kurang jelas karena diambil dari jarak jauh, ini ada gambar yang lebih dekat.

Foto ini juga dilansir oleh FBI, Jumat (19/4/2013). Kedua tersangka terlihat makin jelas warna kulitnya yakni putih. Tersangka pertama di sebelah kiri memakai topi hitam dan kacamata hitam. Wajahnya cukup rupawan.

Sementara tersangka kedua, mengenakan topi putih tanpa kacamata. Dia tersenyum ringan dalam foto itu.

Para pembaca internet sempat menganalisis topi yang mereka kenakan. Tersangka pertama diduga memakai topi Bridgestone, sementara yang kedua belum jelas, namun sepertinya memakai merek Polo Ralph Lauren.

Kepala FBI Boston Rick DesLauriers, sebelumnya mengatakan, FBI akan melakukan penyelidikan berskala internasional atas serangan bom di Boston yang terjadi pada 15 April lalu. "Ini akan menjadi penyelidikan dunia," ujarnya kepada para wartawan.

"Kami akan pergi ke ujung dunia untuk mengidentifikasi pelaku atau pelaku yang bertanggung jawab atas kejahatan keji ini," tandas DesLauriers.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%