Detik.com News
Detik.com
Jumat, 19/04/2013 12:41 WIB

Yusril Ancam Gugat Perubahan Peraturan KPU ke MK

M Iqbal - detikNews
Yusril Ancam Gugat Perubahan Peraturan KPU ke MK
Jakarta - Forum DPRD se-Indonesia didampingi kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra memprotes peraturan KPU tentang ketentuan pencalegan bagi anggota DPR/DPR yang maju dari parpol berbeda. Yusril akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas peraturan ini.

Peraturan yang diprotes adalah Peraturan KPU nomor 13 tahun 2013 pasal 9 tentang syarat pencalegan. Dalam peraturan itu bagi anggota DPR/DPRD yang menjadi caleg dari partai lain harus mengajukan surat pengunduran diri dan surat pemberhentian dari pimpinan DPR/DPRD.

Menurut Yusril, tidak ada kewenangan KPU agar pimpinan DPR/DPRD memberhentikan anggota yang nyaleg dari partai lain, cukup keterangan ia berhenti dari partai asal. Karenanya ia akan menggugat aturan itu ke Mahkamah Konstitusi.

"Kalau tidak ada reaksi dari KPU kami akan ajukan uji materil ke MK sampai minggu depan," kata Yusril Ihza Mahendra di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (19/4/2013).

Dalam kesempatan itu, surat protes dari Yusril atasnama Forum DPRD se-Indonesia hanya diterima oleh Biro Hukum KPU di ruang media center.

"Jadi harapan saya bagi anggota DPRD (yang ingin nyaleg) masuk saja di DCS walau belum lengkap (persyaratannya) serahkan saja. Sambil kita tunggu di MK mudah-mudahan bisa cepat selesai sebelum penetapan DCT sehingga persolan ini jadi jelas," lanjut Yusril kepada puluhan anggota Forum DPRD se-Indonesia.

"Jadi jangan lama-lama di Jakarta pulang saja ke daerah, target kita sampai awal minggu depan sambil kita tunggu apa putusan MK. Dan saya berharap saudara tidak ada halangan untuk mencalonkan," imbuh politisi PBB itu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bal/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%