detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 19/04/2013 12:41 WIB

Yusril Ancam Gugat Perubahan Peraturan KPU ke MK

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Forum DPRD se-Indonesia didampingi kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra memprotes peraturan KPU tentang ketentuan pencalegan bagi anggota DPR/DPR yang maju dari parpol berbeda. Yusril akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas peraturan ini.

Peraturan yang diprotes adalah Peraturan KPU nomor 13 tahun 2013 pasal 9 tentang syarat pencalegan. Dalam peraturan itu bagi anggota DPR/DPRD yang menjadi caleg dari partai lain harus mengajukan surat pengunduran diri dan surat pemberhentian dari pimpinan DPR/DPRD.

Menurut Yusril, tidak ada kewenangan KPU agar pimpinan DPR/DPRD memberhentikan anggota yang nyaleg dari partai lain, cukup keterangan ia berhenti dari partai asal. Karenanya ia akan menggugat aturan itu ke Mahkamah Konstitusi.

"Kalau tidak ada reaksi dari KPU kami akan ajukan uji materil ke MK sampai minggu depan," kata Yusril Ihza Mahendra di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (19/4/2013).

Dalam kesempatan itu, surat protes dari Yusril atasnama Forum DPRD se-Indonesia hanya diterima oleh Biro Hukum KPU di ruang media center.

"Jadi harapan saya bagi anggota DPRD (yang ingin nyaleg) masuk saja di DCS walau belum lengkap (persyaratannya) serahkan saja. Sambil kita tunggu di MK mudah-mudahan bisa cepat selesai sebelum penetapan DCT sehingga persolan ini jadi jelas," lanjut Yusril kepada puluhan anggota Forum DPRD se-Indonesia.

"Jadi jangan lama-lama di Jakarta pulang saja ke daerah, target kita sampai awal minggu depan sambil kita tunggu apa putusan MK. Dan saya berharap saudara tidak ada halangan untuk mencalonkan," imbuh politisi PBB itu.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bal/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%