Jumat, 19/04/2013 10:49 WIB

Menuju Pemilu 2014

Calon Anggota DPR Berburu Surat dari Dokter Jiwa

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Syarat menjadi caleg DPR RI agak rumit, semua caleg diharuskan sehat jasmani dan rohani. Sejumlah calon anggota DPR pun mulai mencari surat keterangan sehat rohani dari dokter jiwa.

"Syaratnya itu kan harus sehat jasmani dan rohani, karena KPU sejauh ini sangat keras soal aturan kita tidak mau ada masalah. Jadi saya mencari surat keterangan sehat jasmani dan surat keterangan sehat rohani dari dokter jiwa," kata Ketua Komisi II DPR yang akan kembali nyaleg lewat Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, kepada detikcom, Jumat (19/4/2013).

Agun sebenarnya berharap KPU melonggarkan persyaratan. Karena caleg di tingkat DPRD Provinsi dan kabupaten/kota akan sulit memenuhi persyaratan tersebut.

"Di daerah itu kan sulit mencari dokter jiwa," katanya.

Syarat pencalegan harus segera dikumpulkan setiap caleg, bersamaan pendaftaran Daftar Caleg Sementara (DCS) ke KPU. Pendaftaran DCS ke KPU paling lambat tanggal 22 April.

"Golkar sedang finalisasi," tandasnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%