Jumat, 19/04/2013 10:21 WIB

Dituding Pelaku Bom Panci Boston, Pemuda Maroko: Saya Bukan Teroris!

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sulahuddin dan pelatihnya di barisan penonton maraton
Boston - Spekulasi liar soal pelaku pengeboman di Boston berdampak pada Sulahaddin Barhoum (17). Pemuda asal Maroko itu kaget karena dituding sebagai tersangka dan foto wajahnya beredar luas di internet. Dia menegaskan, dia bukan teroris.

Diberitakan Daily Mail, Jumat (19/4/2013), remaja itu sempat di-bully di internet karena foto wajahnya berada di deretan penonton maraton. Tudingan tanpa dasar pun berdatangan padanya.

"Semalam teman-teman saya menelepon dan mengirim email, mereka mengatakan foto saya beredar luas di internet, saya disebut tersangka bom Boston. Saya takut, saya belum pernah berada dalam masalah dan saya mengkhawatirkan keamanan saya," ujarnya.

Remaja 17 tahun ini pindah ke Amerika Serikat empat tahun lalu. Dia bersekolah di SMA Boston dan memang gemar berlari.

Untuk membersihkan namanya, Sulahaddin pun mendatangi kantor polisi. Dia ingin memastikan apakah benar dicari polisi. Bila tidak, dia berharap pihak berwenang membersihkan namanya demi keselamatan.

"Mereka bahkan tidak membawa saya ke ruangan khusus. Mereka membuat beberapa telepon dan mengatakan saya bebas pergi," sambungnya.

"Saya khawatir, ada orang yang ngamuk dan mengejar saya dan keluarga saya," ceritanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%