detikcom
Kamis, 18/04/2013 22:50 WIB

Akses ke Stasiun Tawang Semarang Banjir, KA Dialihkan ke Stasiun Poncol

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang, - Hujan yang mengguyur kota Semarang beberapa jam sejak sore tadi menyebabkan akses menuju Stasiun Tawang tergenang. Untuk memudahkan para penumpang, PT KAI Daop IV mengalihkan kereta api agar berhenti di Stasiun Poncol.

Humas PT KAI Daop IV, Surono mengatakan akses menuju Stasiun Tawang sejak dari jembatan Berok sekitar 500 meter. Genangan air hingga saat ini masih setinggi sekitar 40 sentimeter.

"Sejak 19.30 tadi hingga sekarang akses jalan raya ke Tawang banjir," kata Surono saat dihubungi detikcom, Kamis (18/4/2013).

Untuk memudahkan penumpang, pihak PT KAI mengalihkan penumpang ke Stasiun Poncol. Sejumlah kereta dengan tujuan Stasiun Tawang pun diberhentikan di Stasiun Poncol. Meski demikian sejumlah kereta api tersebut juga tetap akan berhenti di Tawang walaupun sudah dialihkan.

"Tidak berpengaruh pada jadwal perjalanan kereta. Tapi yang berhenti di Tawang juga tetap akan berhenti di Tawang," tandasnya.

Kereta yang seharusnya hanya berhenti di Stasiun Tawang namun dialihkan ke Stasiun Poncol adalah KA Harina, KA Bangun Karta, KA Gumarang, KA Majapahit, KA Sembrani, dan KA Argo Bromo Anggrek dari arah Timur. Sementara itu dari arah Barat ada KA Gumarang dan Majapahit.

"Perkiraan sampai jam 00.00 nanti. Semoga setelah itu sudah normal kembali," tutup Surono.

Hingga pukul 00.00 nanti, penumpang dan penjemput di Stasiun Tawang dihimbau agar menuju Stasiun Poncol karena air yang masih menggenangi jalan akses ke Stasiun Tawang.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%